Pascabencana di Sumatra, Menteri PU Fokus pada Pembangunan Dam dan Jembatan Permanen

Pascabencana di Sumatra, Menteri PU Fokus pada Pembangunan Dam dan Jembatan Permanen

Suara Pecari | Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, menegaskan bahwa pemerintah kini memusatkan perhatian pada pembangunan infrastruktur, khususnya dam dan jembatan permanen, sebagai bagian dari upaya pemulihan pascabencana di Sumatra. Pembangunan ini ditujukan bagi wilayah-wilayah yang terdampak banjir bandang yang terjadi baru-baru ini.

Dalam pernyataannya, Dody menyebut bahwa pembangunan jembatan menjadi tantangan besar karena perubahan kondisi sungai setelah bencana. Ia mencatat bahwa beberapa aliran sungai mengalami pelebaran dan pendangkalan yang signifikan, yang mengharuskan penyesuaian desain infrastruktur yang akan dibangun. “Jembatan masih menjadi yang paling sulit, karena kondisi sungai berubah drastis,” ungkap Dody saat melakukan Media Briefing di Jakarta.

Dody juga mengakui bahwa proses pemulihan di Aceh berlangsung lambat, salah satunya disebabkan oleh masih banyaknya kayu dan batu yang terjebak di hulu sungai. Ia menekankan bahwa pembangunan dam sangat penting untuk mencegah banjir susulan, terutama saat hujan datang kembali. “Saya mendesak agar dam segera dibangun, agar tidak ada lagi bencana yang merugikan masyarakat di hilir,” tegasnya.

Prioritas utama Kementerian PU saat ini adalah pembangunan jembatan permanen untuk memastikan konektivitas antarprovinsi di daerah yang terkena dampak. Dody menambahkan, pemerintah terus memantau proses pemulihan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, khususnya infrastruktur yang rusak akibat banjir bandang.

Selain fokus pada pembangunan infrastruktur, kementerian juga berupaya membersihkan lumpur yang menyelimuti lahan pertanian. Hal ini dilakukan untuk mengevaluasi kondisi sawah yang terdampak dan merencanakan langkah penanganan selanjutnya. “Kita juga perlu memastikan irigasi berfungsi dengan baik,” kata Dody.

Pemerintah berkomitmen untuk mendukung target swasembada pangan, dengan harapan pemulihan sektor pertanian di wilayah yang terkena dampak dapat berjalan sesuai harapan. Dody mengingatkan bahwa meskipun Aceh sedang menghadapi bencana, arahan Presiden Prabowo Subianto tetap tegas agar semua pihak berupaya maksimal dalam mencapai swasembada pangan pada tahun 2026.

Dalam konteks yang lebih luas, upaya ini mencerminkan komitmen pemerintah untuk tidak hanya menangani dampak langsung dari bencana, tetapi juga mengantisipasi dan mempersiapkan infrastruktur yang lebih baik untuk masa depan. Dengan langkah-langkah ini, diharapkan masyarakat di daerah terdampak dapat segera pulih dan kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan