Kementerian PU Fokus Pemulihan Infrastruktur Pascabanjir di Tanah Datar
Suara Pecari | Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah mengambil langkah cepat untuk menangani dampak banjir dan tanah longsor di Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat. Penanganan ini terutama difokuskan pada pemulihan akses jalan, normalisasi sungai, dan penanganan darurat di lokasi yang terdampak.
Banjir yang melanda daerah tersebut terjadi akibat hujan deras yang mengguyur Tanah Datar pada 12 Mei 2026, dengan curah hujan mencapai 215 milimeter dalam sehari di kawasan Lintau Buo. Hujan ekstrem ini menyebabkan sejumlah sungai meluap, mengakibatkan kerusakan signifikan di berbagai titik.
Menteri PU Dody Hanggodo menegaskan pentingnya koordinasi antara kementeriannya dengan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya. Upaya ini bertujuan untuk mempercepat pemulihan konektivitas jalan dan jaringan irigasi yang sangat dibutuhkan masyarakat.
“Perbaikan irigasi menjadi prioritas, terutama dengan masuknya musim tanam. Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah dan provinsi sesuai instruksi presiden dalam penanganan pascabencana,” ungkap Dody dalam pernyataan tertulis.
Akibat banjir, tujuh kecamatan dan 16 nagari di Tanah Datar mengalami kerusakan parah, termasuk 25 jalan, enam jembatan yang putus, serta kerusakan pada jaringan irigasi dan permukiman warga. Banjir ini juga menyebabkan dampak luas pada infrastruktur, termasuk rumah ibadah dan fasilitas umum.
Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS) V Padang telah mengerahkan tiga unit alat berat excavator untuk membantu penanganan darurat. Selain itu, material bronjong dan pipa HDPE juga telah didistribusikan untuk mempercepat pemulihan.
Fokus penanganan saat ini adalah normalisasi alur sungai dan penguatan tebing yang tergerus. Langkah ini diambil untuk memulihkan fungsi infrastruktur sumber daya air dan mencegah terjadinya banjir susulan di masa mendatang.
Kementerian PU juga melakukan inventarisasi terhadap kerusakan yang terjadi untuk merencanakan rehabilitasi bersama pemerintah daerah. Penanganan jangka panjang akan difokuskan pada pengendalian sedimentasi dan penguatan infrastruktur pengendali banjir untuk meningkatkan ketahanan kawasan terhadap bencana hidrometeorologi.
Dalam situasi ini, kolaborasi antara pemerintah pusat dan daerah sangat penting untuk memastikan pemulihan yang cepat dan efektif. Kementerian PU berkomitmen untuk terus memantau dan mendukung proses pemulihan di Tanah Datar demi kesejahteraan masyarakat.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.










