Kementerian HAM Luncurkan Beasiswa untuk Jurnalis Angkat Isu Hak Asasi Manusia

Kementerian HAM Luncurkan Beasiswa untuk Jurnalis Angkat Isu Hak Asasi Manusia

Suara Pecari | Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM) Republik Indonesia memperkenalkan program beasiswa peliputan yang ditujukan untuk jurnalis guna mengangkat isu-isu hak asasi manusia sepanjang tahun 2026. Inisiatif ini bertujuan untuk memberikan dukungan kepada wartawan dalam mengusulkan tema liputan yang relevan dengan kondisi HAM di Indonesia.

Dalam sambutannya pada acara diskusi Kelas Jurnalis HAM di Bandung, Staf Khusus Menteri HAM Bidang Transformasi Digital dan Komunikasi Media, Thomas Harming Suwarta, menjelaskan bahwa program ini memberikan keleluasaan kepada jurnalis untuk menyampaikan ide-ide liputan yang dapat mencerminkan persoalan HAM yang ada. Karya jurnalistik yang diusulkan akan dinilai oleh Dewan Pers, tokoh media, dan pegiat HAM.

Thomas menekankan bahwa banyak isu, seperti pembangunan dan masalah sosial, sangat layak untuk dijadikan fokus peliputan mendalam. Kementerian HAM akan memberikan dukungan penuh bagi karya jurnalistik yang terpilih melalui program beasiswa ini.

Program ini diharapkan akan mendorong lebih banyak jurnalis untuk mengangkat isu-isu penting yang berkaitan dengan hak asasi manusia, sehingga masyarakat dapat lebih memahami dan terlibat dalam diskusi mengenai hak-hak asasi mereka. Selain itu, pemilihan tema peliputan diharapkan dapat menciptakan kesadaran dan perhatian yang lebih besar terhadap isu-isu yang sering terabaikan.

Beasiswa ini tidak hanya terbatas pada media daring, tetapi juga terbuka untuk media televisi, radio, cetak, dan fotografi. Dengan demikian, Kementerian HAM berupaya menjangkau lebih banyak audiens dan memastikan bahwa isu-isu hak asasi manusia mendapatkan perhatian yang semestinya dari berbagai kalangan.

Program ini merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kualitas peliputan isu HAM di Indonesia, serta memperkuat peran jurnalis dalam memperjuangkan dan mengadvokasi hak asasi manusia. Kementerian berharap, dengan adanya dukungan ini, jurnalis dapat lebih berani dalam menyuarakan isu-isu yang sering kali terabaikan dalam masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan