Ditetapkan Sebagai Saham Hijau, Harga Tiga Saham Ini Langsung Mendaki

Ditetapkan Sebagai Saham Hijau, Harga Tiga Saham Ini Langsung Mendaki

Suara Pecari, JakartaBursa Efek Indonesia (BEI) resmi meluncurkan IDX Green Equity Designation sebagai langkah strategis memperkuat ekonomi hijau di pasar modal. Tiga saham emiten yang menerima penetapan ini langsung mengalami kenaikan harga signifikan pada perdagangan hari peluncuran, Jumat, 28 Agustus 2026.

IDX Green Equity Designation adalah penetapan khusus yang diberikan kepada perusahaan tercatat dengan aktivitas ekonomi hijau atau yang sedang bertransisi menuju ekonomi rendah karbon. Dengan label ini, perusahaan mendapat visibilitas lebih baik dan menyediakan informasi yang transparan serta terverifikasi bagi investor.

Tiga Saham yang Mendapat Label Saham Hijau

  • PT Hero Global Investment Tbk (HGII) – Mendapat status Saham Hijau (Green Equity).
  • PT Kencana Energi Lestari Tbk (KEEN) – Mendapat status Saham Hijau (Green Equity).
  • PT TBS Energi Utama Tbk (TOBA) – Mendapat status Saham Hijau Transisi (Green Equity Transition).

Ketiga perusahaan ini telah melalui proses piloting bersama penyedia reviu eksternal seperti S&P Global Ratings dan PT Sucofindo (Persero) untuk memastikan validitas penetapan tersebut.

Respons Pasar dan Dampak Label Hijau

Setelah penetapan IDX Green Equity Designation, harga saham ketiga emiten tersebut melonjak signifikan. Saham HGII naik 24,24% ke level Rp164, saham KEEN naik 5,26% ke Rp900, dan saham TOBA naik 5% ke Rp630 pada perdagangan pagi hari peluncuran.

Label ini diharapkan mampu meningkatkan daya tarik perusahaan bagi investor yang mengutamakan aspek keberlanjutan. Selain itu, ini membuka peluang perusahaan untuk memperluas basis investor dan akses pembiayaan berkelanjutan.

Transformasi Bisnis PT TBS Energi Utama Tbk

Saham TOBA melonjak sekitar 30% dalam sebulan terakhir seiring transformasi bisnis dari batu bara ke sektor ekonomi hijau. Kontribusi pendapatan dari bisnis non-batu bara, seperti pengelolaan limbah, kendaraan listrik, dan energi terbarukan, telah melampaui 60% pada kuartal pertama 2026.

Meski kontribusi pendapatan hijau meningkat, TOBA masih berupaya meningkatkan profitabilitas bisnis baru tersebut. Transformasi ini menunjukkan komitmen perusahaan dalam mendukung ekonomi rendah karbon dan netralitas karbon pada 2030 dengan target pengurangan emisi karbon sebesar 1,3 juta ton CO2 per tahun.

Peran BEI dalam Memperkuat Ekonomi Hijau

Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, menyatakan bahwa penetapan saham berbasis hijau ini merupakan tonggak penting dalam mengembangkan pasar modal yang transparan, kredibel, dan berorientasi pada keberlanjutan. BEI terus mendorong perusahaan tercatat untuk mengintegrasikan aspek keberlanjutan dalam strategi bisnis jangka panjang.

Sejak 2025, sebanyak 83% perusahaan tercatat di BEI telah menyampaikan laporan keberlanjutan, dengan 15% di antaranya mendapatkan assurance independen. Sekitar 62,5% perusahaan dalam IDX80 juga telah menetapkan target net zero, menggambarkan tren positif di pasar modal Indonesia.

Kriteria Penetapan dan Proses Verifikasi

Penetapan IDX Green Equity mengacu pada Taksonomi Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) dan prinsip internasional dari World Federation of Exchanges (WFE). Penilaian mencakup pendapatan dan investasi yang berasal minimal 50% dari aktivitas ekonomi hijau, keselarasan dengan taksonomi, tata kelola perusahaan, keterbukaan informasi, serta verifikasi oleh pihak eksternal.

Label ini dibagi menjadi dua kategori:

  • Green Equity – untuk perusahaan yang telah berkontribusi nyata terhadap ekonomi hijau.
  • Green Equity Transition – untuk perusahaan yang dalam proses transformasi menuju kegiatan usaha yang ramah lingkungan.

Penggunaan label ini diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong lebih banyak perusahaan berpartisipasi dalam ekonomi hijau, meningkatkan daya saing, dan membuka peluang pendanaan berkelanjutan jangka panjang.

Dengan inisiatif ini, BEI memperkuat perannya sebagai fasilitator pasar modal yang mendukung pertumbuhan ekonomi hijau dan pembangunan berkelanjutan di Indonesia.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *