Ada Dua Kirab Malam 1 Suro, Dishub Solo Siapkan Rekayasa Lalu Lintas
Suara Pecari | Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Solo telah menyiapkan rekayasa lalu lintas untuk mengakomodasi dua kirab besar dalam rangka Malam 1 Suro, Selasa malam (16/6/2026). Kedua kirab tersebut adalah Kirab Pusaka Malam Satu Suro dari Keraton Surakarta dan Kirab dari Pura Mangkunegaran. Ribuan pengunjung diperkirakan akan memadati jalur-jalur yang dilalui, sehingga potensi kemacetan menjadi perhatian utama. Kepala Bidang Lalu Lintas Dishub Solo, Andri Wahyudi, menyatakan bahwa pihaknya telah menyiapkan pengaturan kendaraan dan lokasi parkir untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas.
Jadwal dan Rute Kirab
Kirab Pura Mangkunegaran dijadwalkan mulai pukul 20.00 WIB, setelah rangkaian prosesi internal selesai. Rombongan akan bergerak mengelilingi kawasan Pura Mangkunegaran melalui sejumlah ruas jalan utama. Sementara itu, Kirab Pusaka Keraton Surakarta dimulai sekitar pukul 23.00 WIB dengan prosesi panjang yang dipimpin oleh lima kerbau bule sebagai cucuk lampah. Kedua kirab hanya terpaut beberapa jam, sehingga Dishub memperkirakan kepadatan lalu lintas akan terjadi di beberapa titik.
| Kirab | Waktu Mulai | Rute |
|---|---|---|
| Kirab Pura Mangkunegaran | 20.00 WIB | Jalan Diponegoro, Slamet Riyadi, Kartini, RM Said, Teuku Umar, kembali ke Pura Mangkunegaran |
| Kirab Pusaka Keraton Surakarta | 23.00 WIB | Jalan Supit Urang, Pakubuwono, Jenderal Sudirman, Mayor Kusmanto, Veteran, hingga Alun-Alun Selatan |
Rekayasa Lalu Lintas
Dishub berencana menutup Jalan Diponegoro setelah sholat isya (sekitar pukul 19.00 WIB) untuk mendukung persiapan kirab Pura Mangkunegaran. Penutupan ini dilakukan agar peserta dan petugas dapat mempersiapkan kegiatan dengan aman dan tertib. Selanjutnya, pada tengah malam, Jalan Slamet Riyadi dan Simpang Pasar Pon juga akan ditutup untuk mengantisipasi kepadatan akibat kedua kirab. Kepala Dinas Perhubungan Solo, Taufiq Muhammad, menekankan bahwa rekayasa lalu lintas diterapkan secara situasional di sepanjang rute yang dilewati.
Penutupan Jalan
- Jalan Diponegoro: ditutup mulai pukul 19.00 WIB untuk persiapan kirab Pura Mangkunegaran.
- Jalan Slamet Riyadi dan Simpang Pasar Pon: ditutup tengah malam untuk mengantisipasi kepadatan.
- Penutupan situasional di ruas lain sesuai kebutuhan.
Kantong Parkir
Dishub menyediakan puluhan kantong parkir strategis di sekitar lokasi kirab. Untuk kirab Pura Mangkunegaran, kantong parkir disiapkan di kawasan Mangkunegaran, PTPN, SHA, Ronggowarsito, dan Gatot Subroto. Sementara untuk kirab Keraton Surakarta, kantong parkir tersedia di Benteng Vastenburg, Galabo, Loji Wetan, Pasar Klewer, dan Alun-Alun Selatan. Masyarakat diimbau memanfaatkan jalur alternatif dan mengikuti arahan petugas untuk menghindari kemacetan.
Dampak dan Implikasi
Kegiatan Kirab Malam 1 Suro bukan hanya ritual budaya, tetapi juga menjadi daya tarik wisata yang mendatangkan ribuan pengunjung. Hal ini berdampak positif bagi perekonomian lokal, terutama sektor pariwisata dan UMKM di sekitar lokasi. Namun, potensi kemacetan lalu lintas menjadi tantangan yang harus diantisipasi. Dishub Solo telah berkoordinasi dengan pihak kepolisian dan instansi terkait untuk memastikan kelancaran acara. Masyarakat diimbau untuk menggunakan transportasi umum atau kendaraan pribadi dengan bijak, serta mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang berlaku.
Makna Budaya Malam 1 Suro
Malam 1 Suro dalam penanggalan Jawa merupakan momen sakral yang diperingati dengan berbagai ritual, termasuk kirab pusaka. Keraton Surakarta dan Pura Mangkunegaran memiliki tradisi turun-temurun yang sarat makna filosofis. Kirab pusaka melambangkan pembersihan diri dan negara, serta pengharapan akan keselamatan dan kesejahteraan. Kehadiran kerbau bule dalam kirab Keraton Surakarta merupakan simbol kekuatan dan kesetiaan. Tradisi ini terus dilestarikan dan menjadi identitas budaya Solo yang mendunia.
Dengan persiapan matang dari Dishub Solo, diharapkan kedua kirab dapat berlangsung lancar dan khidmat, serta memberikan pengalaman berharga bagi masyarakat dan wisatawan yang menyaksikan. Malam 1 Suro tahun ini menjadi momentum untuk merenungkan nilai-nilai luhur budaya Jawa sambil menikmati kemeriahan acara yang telah diatur sedemikian rupa demi kenyamanan bersama.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.








