Tanamkan Cinta Lingkungan, TK Siti Maryam Peringati HLHS 2026 dengan Kegiatan Edukatif
Suara Pecari | Depok – Dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (HLHS) 2026, TK Siti Maryam menggelar serangkaian kegiatan edukatif yang bertujuan menanamkan kepedulian terhadap lingkungan sejak usia dini. Acara yang berlangsung pada Jumat, 5 Juni 2026 ini mengusung tema global ‘Inspired by Nature. For Climate. For Our Future’ serta tema nasional ‘Saatnya Bekerja untuk Iklim’. Melalui kegiatan ini, TK Siti Maryam menunjukkan bahwa pendidikan karakter peduli lingkungan dapat diimplementasikan melalui aktivitas nyata sehari-hari.
Peringati HLHS 2026 TK Siti Maryam Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini LPP RRI menjadi momentum penting bagi sekolah untuk memperkenalkan konsep keberlanjutan kepada anak-anak. Kepala Sekolah TK Siti Maryam, Sigit Subiyanto, menegaskan bahwa tujuan utama kegiatan ini bukan sekadar seremonial, melainkan memberikan pengalaman langsung yang berkesan kepada para siswa. “Kami ingin anak-anak menyadari bahwa tindakan kecil mereka, seperti merawat tanaman dan menyayangi hewan, merupakan kontribusi nyata untuk masa depan bumi,” ujarnya di Depok.
Kegiatan diawali dengan penanaman bibit tanaman di kebun edukasi sekolah. Berbagai bibit yang dibawa meliputi tanaman sayuran hijau hingga tanaman obat keluarga. Seluruh bibit ditanam bersama oleh siswa dan guru, dan akan terus dirawat, disiram, serta diamati pertumbuhannya setiap hari. Hal ini memastikan bahwa kegiatan menanam tidak hanya bersifat sementara, tetapi menjadi bagian dari pembelajaran berkelanjutan.
Setelah berkegiatan di kebun, anak-anak melanjutkan eksplorasi menuju kolam dan peternakan terpadu sekolah. Mereka secara bergantian memberi makan ikan lele, ikan koi, burung merpati, dan kambing. Interaksi dengan hewan ini memperkuat pemahaman mereka tentang ekosistem dan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Peringati HLHS 2026 TK Siti Maryam Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini LPP RRI juga diintegrasikan dengan agenda Trial Class bagi calon peserta didik baru. Langkah ini memungkinkan para peserta merasakan langsung suasana pembelajaran yang mengedepankan interaksi dengan alam. Dengan demikian, sekolah tidak hanya merayakan hari lingkungan, tetapi juga mempromosikan pendidikan ramah lingkungan kepada masyarakat luas.
Sigit Subiyanto menjelaskan bahwa seluruh kegiatan dirancang menggunakan pendekatan ‘deep learning’. Metode ini mendorong anak mengembangkan penalaran logis dan kemampuan berpikir kritis dalam memahami ekosistem. “Melalui penyelarasan tema global ‘Saatnya Bekerja untuk Iklim’, kami ingin anak-anak menyadari sejak dini bahwa tindakan kecil mereka memiliki dampak besar,” tambahnya.
TK Siti Maryam juga menjalankan sistem ‘integrated farming’ melalui budidaya maggot Black Soldier Fly sebagai pengurai sampah organik. Hasilnya dimanfaatkan menjadi pupuk kompos, sementara maggot digunakan sebagai pakan unggas dan ikan lele. Ikan lele yang dipanen kemudian diolah dalam kegiatan cooking class bersama siswa. Selain itu, para siswa dibiasakan memilah sampah organik dan non-organik serta mengolah limbah plastik menjadi ecobricks.
Peringati HLHS 2026 TK Siti Maryam Tanamkan Cinta Lingkungan Sejak Dini LPP RRI mencerminkan pelaksanaan kurikulum harian yang konsisten ramah lingkungan. Sekolah ini berkomitmen untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai keberlanjutan dalam setiap aspek pembelajaran, sehingga anak-anak tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap alam.
Kegiatan peringatan HLHS 2026 di TK Siti Maryam mendapat sambutan positif dari orang tua dan masyarakat sekitar. Mereka mengapresiasi upaya sekolah dalam membentuk karakter peduli lingkungan sejak dini. Diharapkan, kegiatan serupa dapat menjadi inspirasi bagi lembaga pendidikan lainnya untuk turut berkontribusi dalam menjaga kelestarian bumi.
Kesimpulannya, melalui peringatan HLHS 2026, TK Siti Maryam berhasil menanamkan cinta lingkungan pada anak-anak melalui pengalaman langsung yang bermakna. Pendekatan deep learning dan integrated farming yang diterapkan tidak hanya mengajarkan teori, tetapi juga membentuk kebiasaan positif yang akan berdampak jangka panjang bagi masa depan bumi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











