Dr. Rosita Medina Tembus Konferensi PAUD Bergengsi di Singapura

Dr. Rosita Medina Tembus Konferensi PAUD Bergengsi di Singapura

Misi Internasional untuk PAUD Indonesia

Suara Pecari, Singapura, 14 Juli 2026 – Dunia pendidikan Indonesia kembali menorehkan prestasi di kancah internasional. Dr. Rosita Medina, akademisi dan Ketua Perkumpulan Bundo Kanduang (PBKM) Provinsi DKI Jakarta, berhasil menembus undangan bergengsi Pacific Early Childhood Education Research Association Annual Conference (PECERA 2026) yang digelar di Singapura pada 10-12 Juli 2026. Konferensi tahunan ini mempertemukan para peneliti, akademisi, praktisi, dan pemangku kepentingan pendidikan anak usia dini (PAUD) dari kawasan Asia Pasifik, menjadikannya ajang strategis untuk bertukar gagasan, hasil riset, dan praktik terbaik.

Kehadiran Dr. Rosita Medina tidak hanya sebagai peserta, melainkan sebagai representasi Indonesia yang membawa perspektif unik: pendidikan anak usia dini yang berpusat pada anak, penguatan karakter, dan pelestarian nilai budaya. Dalam sambutannya usai pembukaan konferensi, Jumat (10/7/2026), ia menegaskan, “Pendidikan tidak hanya berorientasi pada kemampuan akademik, tetapi juga perlu menanamkan nilai moral, karakter, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap budaya sejak anak berada pada usia dini.”

PECERA 2026: Forum Ilmiah Asia Pasifik

Pacific Early Childhood Education Research Association (PECERA) merupakan organisasi nirlaba yang didirikan pada tahun 2000 dengan tujuan memajukan penelitian dan praktik PAUD di kawasan Asia Pasifik. Konferensi tahunan PECERA menjadi wadah bagi para ahli untuk mempresentasikan temuan riset terbaru, mendiskusikan tantangan, dan merumuskan rekomendasi kebijakan. Tahun ini, tema yang diangkat adalah ‘Inclusive and Culturally Responsive Early Childhood Education: Bridging Research and Practice’. Tema ini sangat relevan dengan kondisi Indonesia yang multikultural.

Dr. Rosita Medina hadir sebagai salah satu perwakilan Indonesia, bersama delegasi dari berbagai negara seperti Jepang, Korea Selatan, Australia, Selandia Baru, Tiongkok, Malaysia, dan Filipina. Dalam konferensi ini, ia menyampaikan pandangannya mengenai peran orang tua sebagai model, pendidik, dan fasilitator dalam pembentukan karakter anak. Menurutnya, keterlibatan orang tua merupakan kunci utama keberhasilan PAUD.

Jadwal dan Agenda PECERA 2026

TanggalAgendaLokasi
10 Juli 2026Pembukaan, Keynote Speech, Sesi ParalelSuntec Convention Centre
11 Juli 2026Workshop, Diskusi Panel, Presentasi PosterSuntec Convention Centre
12 Juli 2026Penutupan, Networking SessionSuntec Convention Centre

Peran Strategis Orang Tua dalam PAUD

Dalam sesi diskusi panel, Dr. Rosita Medina menekankan pentingnya peran orang tua sebagai teladan. Ia menjelaskan bahwa masa usia dini (0-6 tahun) merupakan periode emas perkembangan otak, karakter, dan nilai-nilai dasar. Oleh karena itu, orang tua harus menjadi model yang baik dalam hal moral, etika, dan kepedulian sosial. “Orang tua adalah guru pertama dan utama bagi anak. Mereka tidak hanya mengajarkan huruf dan angka, tetapi juga nilai-nilai kehidupan,” ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan yang dihadapi orang tua di era digital, seperti kecanduan gawai dan berkurangnya interaksi langsung. Menurutnya, pendidikan karakter harus dimulai dari lingkungan keluarga dengan membiasakan komunikasi hangat, pembacaan cerita, dan kegiatan bermain yang edukatif. Pengalaman dari konferensi ini akan ia bawa pulang untuk mengembangkan program berbasis keluarga, perempuan, adat, dan budaya di Indonesia.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Implikasi bagi Indonesia

Konferensi PECERA 2026 diharapkan membuka peluang kolaborasi antara lembaga pendidikan, organisasi masyarakat, komunitas budaya, dan mitra internasional. Dr. Rosita Medina menilai bahwa Indonesia perlu mengadopsi praktik baik dari negara lain, namun tetap berakar pada jati diri bangsa. “Kita bisa belajar dari Jepang tentang kedisiplinan, dari Finlandia tentang kebebasan bermain, tetapi nilai gotong royong dan kearifan lokal kita harus tetap menjadi fondasi,” jelasnya.

Implikasi dari partisipasi ini sangat luas. Pertama, memperkuat jejaring internasional yang dapat memfasilitasi pertukaran guru, riset bersama, dan pengembangan kurikulum. Kedua, meningkatkan kualitas PAUD di Indonesia melalui adopsi metode inovatif yang telah teruji. Ketiga, mendorong kebijakan pemerintah yang lebih berpihak pada pendidikan anak usia dini, terutama di daerah terpencil. Data Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi menunjukkan bahwa angka partisipasi kasar (APK) PAUD di Indonesia masih sekitar 70%, dengan kesenjangan kualitas yang signifikan antara perkotaan dan pedesaan.

Daftar Negara Peserta PECERA 2026

  • Indonesia
  • Jepang
  • Korea Selatan
  • Australia
  • Selandia Baru
  • Tiongkok
  • Malaysia
  • Filipina
  • Singapura (tuan rumah)
  • Thailand

Dampak bagi Perkumpulan Bundo Kanduang

Sebagai Ketua PBKM DKI Jakarta, Dr. Rosita Medina memiliki tanggung jawab untuk mengimplementasikan hasil konferensi ke dalam program kerja organisasi. Perkumpulan Bundo Kanduang adalah organisasi yang berfokus pada pemberdayaan perempuan, pelestarian budaya Minangkabau, dan pendidikan anak. Ke depannya, PBKM akan merancang program pelatihan parenting berbasis budaya, lokakarya permainan tradisional, dan kampanye literasi dini. Selain itu, PBKM juga akan menjalin kerjasama dengan universitas di Singapura untuk riset bersama tentang efektivitas pendidikan karakter berbasis kearifan lokal.

Dr. Rosita Medina juga berencana mengadakan seminar nasional untuk menyebarluaskan pengetahuan yang diperoleh dari PECERA 2026. Seminar ini akan menghadirkan narasumber dari dalam dan luar negeri, serta diikuti oleh guru PAUD, orang tua, dan pemangku kebijakan. Dengan demikian, manfaat konferensi tidak hanya dirasakan oleh segelintir orang, tetapi dapat diakses oleh masyarakat luas.

Penutup: Menuju PAUD Indonesia yang Berdaya Saing Global

Partisipasi Dr. Rosita Medina dalam PECERA 2026 bukan sekadar pencapaian pribadi, melainkan langkah strategis untuk memajukan pendidikan anak usia dini di Indonesia. Di tengah persaingan global, Indonesia perlu terus meningkatkan kualitas SDM sejak usia dini, tanpa meninggalkan akar budaya. Konferensi ini menjadi momentum untuk memperkuat komitmen semua pihak—pemerintah, akademisi, praktisi, dan masyarakat—dalam mewujudkan PAUD yang inklusif, berkualitas, dan berkarakter. Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, masa depan pendidikan anak Indonesia akan semakin cerah.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *