Longsor Kian Parah, Akses Balohan-Anoi Itam Ditutup

Longsor Kian Parah, Akses Balohan-Anoi Itam Ditutup

Kondisi Longsor Semakin Mengkhawatirkan

Suara Pecari, Bencana longsor yang melanda ruas jalan penghubung Balohan menuju Anoi Itam, tepatnya di kawasan Cot Bak Geutum, Kota Sabang, terus menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan. Badan jalan yang mengalami ambles secara bertahap memaksa pemerintah setempat untuk menutup akses tersebut demi keselamatan pengguna jalan. Penutupan ini bukan tanpa alasan; setiap hari, kerusakan jalan bertambah parah, dan jika tetap dibiarkan, risiko longsor susulan akan semakin tinggi.

Keuchik Gampong Balohan, Abdullah Imum, menyampaikan bahwa ruas jalan ini merupakan akses vital yang menghubungkan Gampong Balohan dengan Anoi Itam. “Jalan ini mohon menjadi perhatian semua pihak, khususnya Pemerintah Kota Sabang dan BPKS. Warga Gampong Anoi Itam juga sangat mengharapkan agar jalan ini segera diperbaiki karena dengan ditutupnya jalan tersebut masyarakat harus berputar melalui jalur lain,” ujarnya pada Kamis, 09 Juli 2026. Pernyataan ini menekankan urgensi penanganan yang cepat dan tepat.

Dampak Terhadap Mobilitas Masyarakat dan Pariwisata

Penutupan akses Balohan-Anoi Itam tidak hanya berdampak pada mobilitas warga sehari-hari, tetapi juga pada sektor pariwisata. Ruas jalan Cot Bak Geutum selama ini menjadi salah satu rute favorit wisatawan karena menyuguhkan panorama indah Teluk Balohan. Dengan ditutupnya jalan tersebut, wisatawan yang ingin menikmati pemandangan harus mencari jalur alternatif, yang tentu saja memakan waktu lebih lama dan mengurangi kenyamanan perjalanan.

Masyarakat Gampong Anoi Itam kini harus menempuh jalur memutar yang lebih panjang untuk beraktivitas. Hal ini tentu menambah biaya transportasi dan waktu tempuh. Seorang warga Anoi Itam, Syarifuddin, mengeluhkan kondisi ini. “Kami berharap pemerintah segera turun tangan. Setiap hari kami harus keluar masuk kampung, dengan jalan tertutup, semua jadi susah. Apalagi kalau ada urusan mendadak,” katanya.

Kronologi dan Data Kerusakan

Longsor di Cot Bak Geutum sebenarnya sudah terjadi sejak beberapa minggu lalu, namun intensitasnya meningkat drastis dalam sepekan terakhir. Berdasarkan pantauan Dinas Perhubungan Kota Sabang, retakan memanjang mulai muncul pada pertengahan Juni 2026. Memasuki awal Juli, amblesan mencapai kedalaman lebih dari 50 sentimeter di beberapa titik, disertai longsoran material dari tebing di sisi jalan.

TanggalPeristiwaTindakan
15 Juni 2026Retakan pertama terlihatPemasangan rambu peringatan
1 Juli 2026Amblesan mencapai 20 cmPembatasan kendaraan berat
9 Juli 2026Longsor meluas, amblesan >50 cmPenutupan total akses

Pernyataan Resmi dan Imbauan

Kepala Dinas Perhubungan Kota Sabang, Husaini, menegaskan bahwa kondisi badan jalan kini sudah sangat membahayakan. “Kami mohon kepada pengelola jalan, terutama BPKS, agar segera melakukan perbaikan atau paling minimal menutup total dengan memasang portal permanen supaya tidak dilewati demi keselamatan pengguna jalan,” ujarnya. Ia juga mengimbau masyarakat untuk mematuhi penutupan sementara dan tidak memaksakan diri melintas.

Pemerintah Kota Sabang sendiri telah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk melakukan asesmen lebih lanjut. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada kepastian kapan perbaikan akan dimulai. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk menggunakan jalur alternatif yang telah disediakan, yaitu melalui rute Balohan – Iboih – Anoi Itam, meskipun jarak tempuh menjadi lebih jauh.

Dampak Lebih Luas dan Harapan

Bencana longsor ini menjadi pengingat akan pentingnya infrastruktur yang tahan bencana di wilayah rawan longsor seperti Sabang. Selain mengganggu aktivitas warga, penutupan akses juga berpotensi menurunkan kunjungan wisatawan ke kawasan Anoi Itam yang terkenal dengan keindahan alamnya. Para pelaku usaha di sektor pariwisata dan perekonomian lokal pun mulai merasakan dampaknya.

Seorang pemilik warung di Anoi Itam, Fatimah, mengaku pendapatannya menurun drastis sejak jalan ditutup. “Biasanya banyak wisatawan lewat sini, sekarang sepi. Semoga cepat diperbaiki,” keluhnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa penanganan longsor tidak hanya soal keselamatan, tetapi juga pemulihan ekonomi masyarakat.

Dalam situasi seperti ini, kolaborasi antara pemerintah daerah, BPKS, dan masyarakat sangat diperlukan. Perbaikan jalan tidak bisa ditunda-tunda mengingat akses ini merupakan urat nadi perekonomian dan mobilitas warga. Pemasangan portal permanen juga perlu segera direalisasikan untuk mencegah nekatnya pengendara yang mencoba melintas di lokasi berbahaya.

Hingga saat ini, akses Balohan-Anoi Itam melalui Cot Bak Geutum masih ditutup sementara. Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk bersabar dan menggunakan jalur alternatif. Semoga percepatan penanganan dari pihak terkait segera terwujud agar kerusakan tidak semakin meluas dan aktivitas normal dapat kembali berjalan.

Bencana longsor di Cot Bak Geutum bukan sekadar peristiwa alam biasa. Ia adalah cermin dari kerentanan infrastruktur kita terhadap perubahan cuaca ekstrem dan pentingnya kesiapsiagaan. Setiap retakan di jalan adalah panggilan untuk bertindak, bukan hanya memperbaiki aspal, tetapi juga memperkuat komitmen kita terhadap keselamatan dan kesejahteraan bersama. Semoga langkah cepat dan tepat segera diambil, agar akses yang kini terputus bisa kembali menjadi jembatan penghubung yang aman dan nyaman bagi semua.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *