Tragedi Maut di Pantura: Rangkaian Kecelakaan Beruntun Tewaskan Puluhan Orang
Suara Pecari, Jalur Pantura kembali mencatatkan duka. Dalam sepekan terakhir, serangkaian kecelakaan lalu lintas terjadi di ruas jalan pantura, mulai dari Indramayu hingga Pemalang, menewaskan belasan orang dan melukai puluhan lainnya. Insiden paling memilukan terjadi di Kecamatan Lohbener, Indramayu, di mana sebuah mobil pikap yang mengangkut 17 penumpang terlibat tabrakan beruntun dengan dua truk, mengakibatkan tiga orang tewas dan belasan luka-luka. Tak berselang lama, kecelakaan lain di titik berbeda di jalan pantura menewaskan 12 orang dalam insiden serupa yang melibatkan pikap dan truk.
Direktorat Penegakan Hukum (Ditgakkum) Korlantas Polri langsung turun tangan menyelidiki penyebab kecelakaan. Dengan menggunakan teknologi 3D Laser Scanner, tim Traffic Accident Analysis (TAA) menemukan sejumlah fakta krusial. Di lokasi kejadian, terdeteksi adanya perbedaan elevasi permukaan jalan sekitar 10 sentimeter antara jalur A dan B. Selain itu, titik putar balik yang digunakan korban bukanlah U-turn resmi, melainkan akses yang dibuka secara ilegal oleh masyarakat tanpa dilengkapi rambu lalu lintas. Hasil olah TKP juga tidak menemukan jejak pengereman dari kedua truk yang terlibat sebelum menabrak pikap yang sedang berhenti untuk berputar balik.
Kecelakaan lain terjadi di perbatasan Pekalongan-Pemalang, di mana sebuah truk bermuatan minuman beralkohol terguling setelah diduga sopir mengantuk. Insiden ini menutup sebagian badan jalan pantura dan menyebabkan muatan berserakan. Beruntung tidak ada korban jiwa, namun kejadian ini menambah panjang daftar kecelakaan akibat kelalaian pengemudi di jalur pantura.
Data dari Ditgakkum Korlantas Polri menunjukkan bahwa faktor human error, seperti mengantuk dan pelanggaran aturan lalu lintas, menjadi penyebab utama kecelakaan di jalan pantura. Selain itu, infrastruktur jalan yang tidak memadai, seperti minimnya rambu dan titik putar balik ilegal, turut memperparah risiko. Kepala Korlantas Polri Irjen Pol. Wibowo menekankan pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan jalan di jalur pantura, termasuk penertiban akses ilegal dan peningkatan rambu-rambu.
Kecelakaan beruntun ini menjadi pengingat pahit bagi semua pihak. Pemerintah daerah bersama kepolisian dan Dinas Perhubungan diimbau segera melakukan perbaikan infrastruktur dan penegakan hukum yang lebih ketat. Masyarakat pengguna jalan pantura juga harus lebih waspada, mematuhi rambu lalu lintas, dan tidak memaksakan diri jika dalam kondisi lelah. Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










