11.449 Hektare Karhutla di Jatim, Penyebabnya Dibakar hingga Kelalaian Manusia
Suara Pecari, Jawa Timur – Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Jawa Timur telah melanda area seluas 11.449 hektare hingga Oktober 2026. Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), sebanyak 184 kejadian karhutla terjadi di 26 kabupaten dan kota di wilayah tersebut.
Fakta Utama Karhutla di Jawa Timur
Plt. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan, menyatakan bahwa 77,05 persen dari kejadian karhutla terjadi di wilayah hutan konservasi. Kejadian ini dipicu oleh faktor pembakaran yang disengaja dan kelalaian manusia, selain pengaruh cuaca ekstrem.
Berton juga menyebutkan bahwa munculnya titik api secara bersamaan di beberapa gunung mengindikasikan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian manusia dalam terjadinya kebakaran.
Upaya Penanganan dan Dampak Karhutla
Pihak BNPB telah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan guna memberikan efek jera. Karhutla ini tidak hanya merusak ekosistem lingkungan, tetapi juga menimbulkan korban jiwa, yaitu enam petugas dan relawan pemadam kebakaran di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
Selain pemadaman api, BNPB juga menginstruksikan pembersihan sisa material terbakar di sepanjang aliran sungai di kawasan pegunungan untuk mencegah penyumbatan yang dapat meningkatkan risiko banjir dan tanah longsor saat curah hujan meningkat.
Kondisi Terbaru dan Faktor Cuaca
Kepala BPBD Kabupaten Malang, Purwoto, melaporkan bahwa titik api di kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo Gunung Arjuno-Welirang di Kabupaten Malang telah padam berkat hujan deras yang turun pada Kamis (22/10). Hujan ini merupakan fenomena alami dan bukan hasil operasi modifikasi cuaca.
Meski demikian, intensitas hujan belum merata, sehingga petugas gabungan masih terus siaga untuk mengantisipasi kemunculan titik api kembali. Titik api yang terbakar sebagian besar masih berada di wilayah Tahura, Perhutani, dan beberapa lahan warga di sekitar Gunung Arjuno.
Konteks dan Implikasi Karhutla di Jawa Timur
Kebakaran hutan yang melanda Jawa Timur menjadi perhatian serius karena berdampak pada kerusakan lingkungan yang luas dan membahayakan keselamatan manusia, termasuk para petugas yang bertugas memadamkan api. Faktor kesengajaan dan kelalaian manusia menjadi penyebab utama, sehingga penegakan hukum dan edukasi masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah kejadian serupa di masa depan.
Penanganan karhutla yang efektif juga memerlukan koordinasi antarinstansi dan pemantauan cuaca secara intensif agar dapat segera merespons potensi kebakaran yang muncul.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










