Kondisi Terakhir Relawan Suraji yang Meninggal saat Padamkan Karhutla Bromo

Suara Pecari, Surabaya – Relawan Suraji, berusia 44 tahun, yang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD dr Soetomo Surabaya pada Jumat, 23 Oktober 2026 pukul 12.00 WIB.

Kondisi Terakhir dan Penyebab Meninggalnya Suraji

Suraji mengalami luka bakar berat yang mencakup sekitar 49 persen dari luas permukaan tubuhnya, terutama di area wajah hingga dada. Selain itu, ia mengalami cedera pada saluran pernapasan akibat menghirup udara panas dan asap, yang dikenal sebagai trauma inhalasi. Selama perawatan di rumah sakit, Suraji memerlukan bantuan ventilator untuk mendukung fungsi pernapasannya.

Baca juga:

Seiring dengan perawatan intensif yang melibatkan pemberian cairan, antibiotik, transfusi darah, pemberian protein, koreksi elektrolit, dan penanganan luka bakar, Suraji mengalami komplikasi serius. Komplikasi tersebut meliputi infeksi berat, infeksi paru-paru, anemia, penurunan kadar protein dalam darah, dan gangguan keseimbangan elektrolit.

Pada pagi hari tanggal 23 Oktober 2026, kondisi Suraji memburuk akibat syok sepsis, yaitu komplikasi infeksi berat yang menyebabkan gangguan sirkulasi darah dan fungsi organ vital. Meskipun tim medis melakukan berbagai upaya penanganan intensif, kondisi Suraji terus menurun hingga akhirnya meninggal dunia.

Peristiwa Kebakaran dan Upaya Pemadaman

Kebakaran hutan dan lahan terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru pada tanggal 15 Oktober 2026. Suraji bersama tim relawan dan petugas BPBD Kabupaten Malang terlibat dalam upaya pemadaman kebakaran tersebut. Proses pemadaman termasuk melakukan pendinginan di area terdampak untuk mengendalikan api dan mencegah penyebarannya lebih luas.

Respons dan Ucapan Bela Sungkawa

RSUD dr Soetomo Surabaya menyampaikan ucapan turut berduka cita yang mendalam atas meninggalnya Suraji. Pihak rumah sakit mengapresiasi perjuangan dan dedikasi Suraji sebagai relawan dalam menghadapi bencana kebakaran hutan yang mengancam lingkungan dan masyarakat sekitar.

Baca juga:

Catatan Penting

  • Suraji adalah relawan dari DW Security Artotel PT Mitra Indo Permai.
  • Luka bakar berat dan trauma inhalasi menjadi penyebab utama kondisi kritis Suraji.
  • Syok sepsis sebagai komplikasi infeksi berat memperparah kondisi hingga kematian.
  • Upaya pemadaman karhutla di TNBTS melibatkan berbagai pihak termasuk BPBD Kabupaten Malang.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya keselamatan dan perlindungan bagi para relawan dan petugas yang berjuang memadamkan kebakaran hutan serta pentingnya penanganan medis yang cepat dan tepat dalam kondisi darurat seperti ini.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *