Gang Kartini XIII Dalam di Jakarta Pusat Berubah dari Sampah Menjadi Ruang Estetik
Suara Pecari – 16 April 2026 | Kelurahan Kartini menyelesaikan penataan ulang Gang Kartini XIII Dalam di RT 012 RW 01, Kecamatan Sawah Besar, Jakarta Pusat, mengubah area yang dulu dipenuhi sampah menjadi ruang publik yang bersih dan estetis.
Program penataan kawasan triwulan I dimulai pada Januari 2026 dan berakhir akhir Maret, melibatkan pembersihan, perbaikan pencahayaan, serta pemasangan mural warna‑warni pada dinding yang sebelumnya penuh coretan.
Sebelumnya, gang tersebut menjadi tempat penimbunan sampah, parkir liar, dan minim penerangan, yang menyebabkan kondisi kumuh serta meningkatkan potensi kejahatan.
Ketua RT 012, Muhammad Siddiq, mengingatkan bahwa dulu area itu gelap sehingga motor sering hilang dan warga merasa tidak aman.
Warga setempat Lia menambahkan bahwa gang penuh gambar tidak senonoh dan pencahayaan yang buruk membuat anak‑anak takut melewatinya pada malam hari.
Setelah penataan selesai, dinding yang semula dipenuhi graffiti kini dihiasi mural seni yang menambah nilai visual dan menjadi daya tarik bagi penghuni.
Jalanan pun terbebas dari tumpukan sampah dan kendaraan parkir sembarangan, memberikan ruang lebar bagi pejalan kaki serta meningkatkan sirkulasi udara.
Penerangan jalan diganti dengan lampu LED yang lebih terang, sehingga keamanan malam hari meningkat dan aktivitas warga menjadi lebih nyaman.
Fino, remaja berusia 17 tahun, menyatakan kegembiraannya karena gang kini terasa modern dan tidak lagi dipenuhi motor yang menghalangi.
Ia juga mengusulkan penambahan fasilitas Wi‑Fi publik agar anak‑anak muda dapat bersosialisasi di ruang tersebut sekaligus memudahkan pemantauan kebersihan.
Pemerintah kelurahan menanggapi saran tersebut dengan rencana instalasi hotspot komunitas pada kuartal berikutnya.
Transformasi ini dipandang sebagai contoh upaya revitalisasi lingkungan perkotaan yang mengedepankan partisipasi warga dan estetika kota.
Data Dinas Penataan Kota menunjukkan bahwa penataan serupa di tiga kawasan lain di Jakarta Pusat menurunkan tingkat keluhan warga terkait kebersihan sebesar 40%.
Selain memperindah tampilan, proyek ini diharapkan mengurangi tindak kriminal karena pencahayaan yang memadai dan kehadiran warga yang lebih aktif.
Pihak kelurahan menyebutkan anggaran sebesar 1,2 miliar rupiah dibutuhkan untuk pembersihan, perbaikan infrastruktur, serta pembuatan mural.
Seluruh biaya didanai dari alokasi APBD tahun 2026 yang ditujukan untuk program perbaikan permukiman dan ruang publik.
Warga kini melaporkan peningkatan rasa aman, kebersihan, dan kepuasan hidup, serta menyambut baik kemungkinan kegiatan komunitas di gang yang telah direvitalisasi.
Dengan hasil yang memuaskan, Kelurahan Kartini berencana memperluas program serupa ke gang‑gang lain di wilayah Sawah Besar untuk menciptakan lingkungan yang lebih nyaman dan estetis.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.







