Cegah Kecelakaan Lalu Lintas, Polres Jembrana Perkuat Koordinasi LPP RRI
Suara Pecari, Negara – Polres Jembrana menginisiasi penguatan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait guna menekan angka kecelakaan lalu lintas dan meningkatkan keselamatan pengguna jalan di wilayah Jembrana. Langkah ini dibahas dalam Focus Group Discussion (FGD) yang diadakan pada Selasa, 6 Oktober 2026, di Aula Polres Jembrana.
Peran dan Sinergi Lintas Instansi
Kepala Polres Jembrana AKBP Cheery S.M. Simamora menegaskan bahwa penanganan keselamatan lalu lintas tidak dapat dilakukan oleh kepolisian sendiri. Diperlukan keterlibatan seluruh pemangku kepentingan seperti sekolah, keluarga, dan masyarakat sesuai amanat Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan serta komitmen 5 Pilar Keselamatan Jalan.
Data Kecelakaan Lalu Lintas Terbaru
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Jembrana memaparkan data kecelakaan selama tiga tahun terakhir. Pada 2024, tercatat 488 kecelakaan dengan 72 korban meninggal dunia. Angka kecelakaan meningkat menjadi 495 kasus pada 2025 dengan 50 korban meninggal. Sepanjang Januari hingga September 2026, terjadi 465 kecelakaan yang mengakibatkan 63 korban meninggal dan kerugian materi sekitar Rp1,054 miliar.
Faktor Penyebab dan Perhatian Khusus
Kepala Satlantas AKP I Wayan Sugianta menyoroti beberapa faktor utama penyebab kecelakaan, termasuk keterlibatan hewan dan tingginya angka kecelakaan yang melibatkan pelajar. Pada 2026, 82 kasus kecelakaan melibatkan hewan ternak dan peliharaan yang berkeliaran di jalur kendaraan, khususnya di kawasan perdesaan.
Sementara itu, 214 kasus kecelakaan melibatkan pelajar yang menggunakan sepeda motor untuk pergi ke sekolah. Hal ini menjadi perhatian khusus terkait keselamatan pelajar, sehingga pencegahan harus dilakukan secara konsisten melalui edukasi, pengawasan, serta sinergi dengan sekolah dan orang tua.
Selain perilaku pengendara, faktor kondisi fisik dan mental, keterampilan berkendara, lingkungan, dan kondisi infrastruktur jalan juga menjadi perhatian dalam upaya pencegahan kecelakaan.
Langkah Preventif dan Edukasi
Satlantas Polres Jembrana telah menjalankan berbagai langkah preventif, seperti program “Ngopi Bareng” untuk menyerap aspirasi masyarakat sekaligus memberikan edukasi tertib berlalu lintas. Sosialisasi keselamatan juga dilakukan kepada pelajar SMP, SMA sederajat, dan mahasiswa.
Isu Infrastruktur dan Kondisi Jalan
Dalam forum tersebut, persoalan infrastruktur turut dibahas. Sejumlah ruas jalan sepanjang sekitar 71 kilometer mengalami kerusakan atau bergelombang yang memerlukan pemantauan dan penanganan. Kondisi kabel utilitas yang menjuntai di atas badan jalan juga menjadi sorotan karena dapat mengganggu keselamatan dan jarak pandang pengguna jalan.
Dinas Perhubungan Kabupaten Jembrana menekankan pentingnya memastikan kendaraan yang beroperasi memenuhi persyaratan kelaikan, dengan meningkatkan kesadaran pemilik kendaraan untuk melakukan uji berkala atau KIR.
Kebijakan dan Koordinasi dengan Sekolah
Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga Kabupaten Jembrana menyampaikan bahwa siswa SMP belum diperbolehkan membawa kendaraan bermotor ke sekolah karena belum memenuhi ketentuan usia dan kepemilikan SIM. Koordinasi terus dilakukan untuk mencari solusi bagi siswa di wilayah perdesaan yang harus menempuh jarak jauh ke sekolah.
Faktor Lain yang Mempengaruhi Keselamatan
Satpol PP Kabupaten Jembrana menyampaikan beberapa persoalan yang berpotensi memengaruhi keselamatan, seperti rambu dan marka jalan yang mulai pudar, aktivitas pedagang kaki lima, parkir di bahu jalan, kendaraan logistik bermuatan besar yang melaju dengan kecepatan tinggi, serta pemasangan baliho dan spanduk yang mengganggu jarak pandang pengendara.
Penanganan Korban Kecelakaan
Dinas Kesehatan dan Sosial, BPJS Ketenagakerjaan, serta Jasa Raharja berkomitmen memperkuat koordinasi dalam memberikan pelayanan dan perlindungan kepada korban kecelakaan sesuai ketentuan yang berlaku.
Komitmen Membangun Budaya Tertib Lalu Lintas
Melalui forum ini, seluruh pihak bersepakat untuk memperkuat sinergi dalam membangun budaya tertib berlalu lintas. Diharapkan, kolaborasi lintas instansi ini dapat menekan risiko kecelakaan dan menciptakan kondisi lalu lintas yang lebih aman bagi masyarakat Kabupaten Jembrana.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










