Jember, Lumajang dan Banyuwangi Jadi Wilayah dengan Hotspot Terbanyak di Jawa Timur
Suara Pecari, Jember – Tiga kabupaten di kawasan Tapal Kuda, Jawa Timur, yakni Jember, Lumajang, dan Banyuwangi, tercatat sebagai wilayah dengan jumlah titik panas (hotspot) terbanyak pada periode Oktober 2026. Kondisi ini menjadi perhatian serius di tengah fase musim kemarau yang masih berlangsung di kawasan tersebut.
Cuaca dan Kondisi Musim Kemarau di Tapal Kuda
Berdasarkan informasi dari prakirawan BMKG Banyuwangi, Ganis Dyah L., cuaca di kawasan Tapal Kuda pada Oktober 2026 didominasi oleh kondisi cerah hingga cerah berawan pada pagi hari, cerah pada siang dan sore hari, serta kembali cerah berawan saat malam hari. Suhu udara berkisar antara 20 hingga 33 derajat Celsius dengan kelembapan udara antara 45 hingga 90 persen. Angin bertiup dari arah timur laut hingga tenggara dengan kecepatan sekitar 15 kilometer per jam.
Potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla)
Musim kemarau yang masih berlangsung meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur. Menurut BMKG, tingkat kewaspadaan karhutla saat ini berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi, terutama di lima kabupaten/kota dengan jumlah hotspot terbanyak, yaitu Mojokerto, Lumajang, Malang, Jember, dan Banyuwangi.
Khusus di kawasan Tapal Kuda, Lumajang, Jember, dan Banyuwangi menjadi daerah yang memerlukan perhatian khusus dalam pencegahan karhutla. Ganis Dyah L. mengimbau masyarakat untuk menghindari pembakaran terbuka dan aktivitas lain yang dapat memicu kebakaran, terutama di lahan kering, perkebunan, dan area sekitar hutan.
Imbauan kepada Masyarakat
- Menghindari pembakaran terbuka dan aktivitas berisiko yang dapat memicu kebakaran.
- Meningkatkan pengawasan di wilayah rawan kebakaran, khususnya di Lumajang, Jember, dan Banyuwangi.
- Segera melaporkan indikasi kebakaran kepada instansi terkait untuk penanganan cepat.
Kondisi Cuaca dan Gelombang di Perairan Sekitar Tapal Kuda
Selain memperhatikan potensi karhutla, BMKG juga menginformasikan kondisi cuaca dan gelombang di perairan sekitar Tapal Kuda. Jalur penyeberangan Ketapang-Gilimanuk diperkirakan mengalami cuaca cerah berawan hingga berawan dengan kecepatan angin permukaan antara 18,5 hingga 38 kilometer per jam dan ketinggian gelombang 0,1 hingga 0,8 meter.
Perairan selatan Banyuwangi, Situbondo bagian timur, utara Pulau Bali, Selat Bali bagian selatan, dan Selat Badung memiliki gelombang dengan ketinggian kategori sedang, yaitu sekitar 1,25 hingga 2,5 meter. Sementara perairan selatan Pulau Bali mengalami gelombang tinggi dengan ketinggian antara 2,5 hingga 4 meter.
BMKG mengimbau nelayan dan pengguna jasa transportasi laut untuk terus memantau perkembangan cuaca dan kondisi gelombang sebelum beraktivitas di perairan tersebut.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










