Pemprov Jatim dan Pemkab Banyuwangi Gelar Pasar Murah, Beras hingga Cabai Dijual di Bawah Harga Pasar

Pemprov Jatim dan Pemkab Banyuwangi Gelar Pasar Murah

BANYUWANGI – Pemerintah Kabupaten Banyuwangi mengintensifkan pelaksanaan Pasar Murah selama Ramadan guna menjaga keterjangkauan harga bahan pokok. Program tersebut diperkuat oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang turut menggelar Pasar Murah di Kantor Kecamatan Kalibaru, Sabtu (28/2/2026).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung pelaksanaan kegiatan tersebut, didampingi Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani.

“Dengan digelarnya pasar murah, harapan kami ada keterjangkauan logistik bagi warga, terutama untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga di bulan Ramadan dan menjelang Idulfitri,” ujar Khofifah.

Berbagai bahan pokok dijual dengan harga lebih rendah dari pasaran. Beras premium kemasan 5 kilogram dibanderol Rp70.000, gula pasir Rp14.000 per kilogram, serta Minyak Kita Rp13.000 per liter. Selain itu, tersedia pula ayam potong Rp30.000 per kilogram, bawang merah Rp7.000 per seperempat kilogram, bawang putih Rp6.000 per seperempat kilogram, cabai rawit Rp4.000 per ons, dan cabai merah besar Rp2.000 per ons.

Khofifah menyebut Pasar Murah di Banyuwangi merupakan titik ke-28 yang digelar Pemprov Jatim di 38 kabupaten/kota. Program ini dihadirkan sebagai respons atas kenaikan sejumlah harga komoditas selama Ramadan.

Selain menyediakan sembako bersubsidi, Pemprov Jatim juga memfasilitasi pelaku UMKM lokal untuk memamerkan produk unggulannya. Produk-produk tersebut akan melalui proses kurasi guna membuka peluang pemasaran ke pasar yang lebih luas.

Sementara itu, Ipuk menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemprov Jatim yang dinilai memperkuat program Pasar Murah rutin Pemkab Banyuwangi di seluruh kecamatan selama Ramadan.

“Ini memperkuat pasar murah yang secara rutin kami gelar di semua kecamatan,” kata Ipuk.

Kepala Perum Bulog Cabang Banyuwangi, Dwiana Puspitasari, menjelaskan bahwa pihaknya menggandeng Pemprov Jatim untuk menyuplai kebutuhan sembako dalam kegiatan tersebut.

Bulog menyediakan 4 ton beras SPHP, setengah ton beras premium, 250 karton Minyak Kita, serta 250 kilogram tepung terigu. Seluruh komoditas tersebut dijual dengan harga yang telah disubsidi pemerintah provinsi.

“Semua sembako yang kami bawa dijual langsung di lokasi pasar murah dengan harga subsidi,” ujarnya.

Pasar Murah di Kalibaru tampak ramai sejak pagi. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk membeli kebutuhan pokok dalam jumlah lebih banyak.

Dwi Suryati, salah satu warga, mengaku membeli dua kemasan beras SPHP 5 kilogram, dua kilogram telur, dan satu liter minyak goreng.

“Harganya lebih murah, jadi sekalian beli lebih banyak,” katanya.

Hal serupa disampaikan Rasmiyati yang membeli beras, minyak goreng, gula, tepung terigu, hingga bawang merah dan bawang putih.

“Selisihnya lumayan dibandingkan harga di luar. Sangat membantu,” ujarnya.

Pemkab dan Pemprov berharap langkah stabilisasi harga melalui Pasar Murah ini dapat menjaga daya beli masyarakat sekaligus menekan potensi lonjakan harga menjelang Idulfitri.

Tinggalkan Balasan