UNDP Apresiasi Inovasi Banyuwangi, Dorong Kolaborasi Strategis di Ekonomi Sirkular dan SDM
Suara Pecari – 15 April 2026 | UNDP mengapresiasi inovasi Pemkab Banyuwangi dalam rangka mengembangkan kolaborasi strategis di bidang ekonomi sirkular dan pengembangan sumber daya manusia.
Deputi Representative UNDP, Sujala Pant, tiba di Banyuwangi bersama tim Kementerian Koordinator Bidang Pangan pada Selasa malam, 31 Maret, untuk bertemu Bupati Ipuk Fiestiandani di Pendopo Banyuwangi.
Dalam pertemuan tersebut, Bupati memaparkan rangkaian program yang meliputi pengelolaan sampah berbasis prinsip sirkular, pertanian organik, serta penguatan kelembagaan nelayan.
Sujala mencatat bahwa inovasi Banyuwangi sejalan dengan prioritas pembangunan UNDP, termasuk ekonomi sirkular, transformasi digital, dan peningkatan kapasitas SDM.
Ia menekankan minat UNDP untuk memperluas kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten dalam mengimplementasikan program-program berkelanjutan.
Salah satu contoh yang disorot adalah pengelolaan TPS3R yang melibatkan mitra internasional dari Norwegia dan Uni Emirat Arab, yang mengubah sampah menjadi sumber daya bernilai.
Program penanganan sampah laut bersama organisasi Sungai Watch juga disebutkan sebagai inisiatif penting dalam melindungi ekosistem pesisir.
UNDP menilai bahwa model pilot digitalisasi bantuan sosial (bansos) yang dijalankan di Banyuwangi dapat direplikasi di wilayah lain.
Bupati Ipuk menyambut baik tawaran kolaborasi, menyatakan kesiapan Kabupaten untuk memperkuat jaringan kemitraan nasional dan internasional.
Ia menambahkan bahwa program Banyuwangi Hijau, yang mengintegrasikan ekonomi sirkular dalam pengelolaan limbah, telah meningkatkan partisipasi masyarakat dan mengurangi volume sampah yang masuk ke TPA.
Program UMKM Naik Kelas juga menjadi fokus, dengan tujuan meningkatkan pendapatan usaha mikro melalui pelatihan, akses pasar, dan pendampingan teknologi.
Upaya penanggulangan kemiskinan yang melibatkan partisipasi warga secara langsung dianggap selaras dengan agenda UNDP dalam memperkuat inklusi sosial.
Sujala menegaskan bahwa sinergi antara visi Bupati dan prioritas UNDP mencakup pengembangan SDM berkelanjutan, penciptaan lapangan kerja hijau, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan tersebut menghasilkan rencana kerja awal, termasuk studi kelayakan bersama untuk memperluas program pengelolaan limbah dan pelatihan digital bagi pelaku usaha.
Kedua belah pihak sepakat bahwa kolaborasi strategis ini akan menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengintegrasikan ekonomi sirkular dan pembangunan manusia yang berkelanjutan.
Dengan dukungan UNDP, Banyuwangi diharapkan dapat mempercepat transisi menuju ekonomi hijau serta meningkatkan kualitas hidup warganya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.






