Pasar Tak Kunjung Selesai, Pedagang Banyuwangi Kian Terpuruk

Pedagang Pasar Banyuwangi tetap membuka lapak di Gedung Wanita yang menjadi lokasi relokasi sementara selama proyek revitalisasi pasar berlangsung. Aktivitas jual beli terpantau sepi. (sumber Foto (Dok suarapecari.com)

BANYUWANGI. Aktivitas perdagangan di lokasi relokasi Pasar Banyuwangi di Gedung Wanita masih terlihat sepi. Di pertengahan Ramadan yang biasanya menjadi momen ramai pembeli, kondisi pasar sementara justru belum menunjukkan peningkatan pengunjung.

Para pedagang mengaku situasi ini sudah berlangsung sejak mereka dipindahkan dari pasar lama sekitar dua tahun lalu, seiring dimulainya proyek revitalisasi Pasar Banyuwangi yang hingga kini belum rampung.

Salah satu pedagang, Ria, mengatakan pendapatan pedagang turun drastis sejak berjualan di lokasi relokasi.

Menurutnya, penjualan yang dulu bisa normal kini sering kali hanya sebagian kecil dari biasanya.

“Dulu dagangan bisa habis. Sekarang kadang hanya sekitar seperempat, bahkan pernah hanya sekitar sepuluh persen saja,” ujarnya, Jumat (6/3/2026).

Penurunan omzet tersebut membuat banyak pedagang kesulitan mempertahankan usaha. Sebagian harus meminjam uang untuk menutup kebutuhan sehari-hari maupun modal dagang.

Ria menyebut tekanan ekonomi yang berlangsung lama membuat sebagian pedagang mengalami tekanan berat.

“Banyak yang kepikiran utang. Ada yang sampai sakit, bahkan ada pedagang yang meninggal setelah lama memikirkan kondisi ini,” katanya.

Koordinator Paguyuban PKL Sore “Joko Tole”, Agus Hariyono, mengatakan para pedagang sebenarnya tidak menolak pembangunan pasar. Namun mereka membutuhkan kepastian kapan revitalisasi itu akan selesai.

Agus mengaku sudah menanyakan perkembangan proyek tersebut kepada Dinas Koperasi, Usaha Mikro dan Perdagangan Banyuwangi.

Dari penjelasan yang diterimanya, proyek revitalisasi pasar masih belum memasuki tahap serah terima dan bahkan mendapat tambahan waktu pekerjaan melalui adendum lagi untuk yang kesekian kali sekitar 50 hari lagi.

Menurut Agus, ketidakpastian itu membuat pedagang semakin khawatir, terlebih menjelang hari raya Idul Fitri yang biasanya menjadi masa paling ramai bagi pasar tradisional.

“Biasanya kalau mendekati Lebaran pasar ramai. Tapi sekarang justru sangat sepi,” ujarnya.

Para pedagang berharap revitalisasi Pasar Banyuwangi dapat segera diselesaikan agar mereka bisa kembali berjualan di pasar yang lebih layak dan aktivitas ekonomi kembali normal.

Bagi para pedagang, yang dibutuhkan saat ini bukan sekadar janji, melainkan kepastian kapan pasar tersebut benar-benar dapat kembali digunakan.

Tinggalkan Balasan