Harga BBM Non‑Subsidi April 2026: Kenaikan Pertamina, Penyesuaian BP‑AKR, dan Stabilitas Vivo Energy

Mudi Aries
Harga BBM Non‑Subsidi April 2026: Kenaikan Pertamina, Penyesuaian BP‑AKR, dan Stabilitas Vivo Energy

Suara Pecari – 19 April 2026 | Pemerintah melalui PT Pertamina (Persero) menetapkan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non‑subsidi efektif 18 April 2026, menambah beban konsumen di wilayah perkotaan.

Kenaikan tersebut mencakup tiga produk utama: Pertamax Turbo naik dari Rp13.100 menjadi Rp19.400 per liter, Dexlite naik dari Rp14.200 menjadi Rp23.600 per liter, dan Pertamina Dex meningkat menjadi Rp23.900 per liter, sementara harga Pertamax, Pertamax Green, Pertalite, dan Biosolar tetap.

Penyesuaian harga didasarkan formula perhitungan eceran yang diatur dalam Kepmen ESDM No.245.K/MG.01/MEM.M/2022, revisi atas Kepmen No.62 K/12/MEM/2020.

Direktur Utama Pertamina, dalam konferensi pers, menegaskan bahwa “penyesuaian harga mencerminkan biaya produksi, distribusi, serta dinamika pasar internasional yang dipengaruhi oleh konflik geopolitik.”

Konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menjadi faktor eksternal yang menekan harga minyak dunia, memaksa regulator menyesuaikan tarif domestik.

BP‑AKR, jaringan SPBU swasta, mengumumkan kenaikan harga BP Ultimate Diesel menjadi Rp25.560 per liter, melampaui kenaikan sebelumnya sebesar Rp14.620 per liter.

Produk bensin BP‑AKR, seperti BP 92 (RON 92) dan BP Ultimate (RON 95), tetap pada harga masing-masing Rp12.390 dan Rp12.930 per liter.

Seorang manajer operasional BP‑AKR menambahkan, “peningkatan harga diesel diperlukan untuk menutupi selisih biaya impor dan distribusi yang semakin tinggi.”

Pengamatan di wilayah Tangerang, Banten, memperlihatkan bahwa BP Ultimate Diesel tersedia di tiga SPBU, namun BP 92 hanya terjual di satu stasiun karena keterlambatan pengiriman.

Stok BBM BP‑AKR mengalami tekanan, terutama untuk produk BP Ultimate (RON 95) yang dilaporkan kosong di seluruh area BSD dan Gading Serpong.

Vivo Energy Indonesia, pemilik merek Revvo, tidak melakukan penyesuaian harga pada tanggal tersebut.

Harga Revvo 92 tetap Rp12.390 per liter, dan Revvo 95 dipertahankan pada Rp12.930 per liter, sesuai dengan penetapan terakhir pada 1 Maret 2026.

Namun, Vivo melaporkan ketersediaan terbatas; hanya Revvo 92 yang tersedia di SPBU Karawaci, sementara Revvo 90, Revvo 95, dan Primus Diesel Plus sudah habis sejak 31 Maret 2026.

Shell Indonesia belum mengumumkan harga baru karena stok BBM di jaringan SPBUnya masih belum tersedia.

Shell menyatakan sedang berkoordinasi dengan pemerintah untuk memperoleh rekomendasi impor BBM tahun 2026 sesuai prosedur yang berlaku.

Perbandingan harga per 19 April 2026 menunjukkan selisih signifikan antara diesel premium Pertamina (Dexlite Rp23.600) dan BP Ultimate Diesel (Rp25.560), menandakan tekanan pasar diesel yang kuat.

Harga bensin premium tetap stabil, dengan Pertamax Turbo di atas Rp19.000 dan BP Ultimate (RON 95) di Rp12.930, menunjukkan perbedaan strategi penetapan harga antara perusahaan milik negara dan swasta.

Para analis energi menilai bahwa kenaikan harga non‑subsidi dapat memicu pergeseran konsumsi ke bahan bakar bersubsidi atau alternatif, terutama bagi pengguna kendaraan niaga kecil.

Meskipun demikian, pemerintah menegaskan bahwa harga BBM subsidi tidak akan berubah hingga akhir tahun 2026 untuk melindungi daya beli masyarakat.

Secara keseluruhan, konsumen kini menghadapi kenaikan biaya bahan bakar yang lebih tinggi, sementara persaingan harga antar operator SPBU tetap dipengaruhi oleh kebijakan regulasi dan kondisi pasar global.

Pengawasan lebih lanjut diharapkan untuk memastikan ketersediaan pasokan dan menghindari kelangkaan di wilayah metropolitan.

Tinggalkan Balasan