Sambut HUT ke-75, SMAK Santo Paulus Jember Gelar Donor Darah
JEMBER – Semangat kepedulian terhadap sesama ditunjukkan keluarga besar SMA Katolik Santo Paulus Jember pada bulan suci Ramadan 1447 Hijriah. Guru dan siswa sekolah tersebut ambil bagian dalam kegiatan donor darah yang digelar Unit Donor Darah PMI Kabupaten Jember, Sabtu (7/3/2026) pagi.
Aksi kemanusiaan yang diinisiasi OSIS bersama PMR Wira SMAK Santo Paulus ini berhasil mengumpulkan sedikitnya 24 kantong darah. Donor tersebut diharapkan dapat membantu menjaga ketersediaan stok darah di wilayah Jember, terutama selama Ramadan ketika kebutuhan darah tetap tinggi.
Kegiatan ini tidak sekadar agenda sosial rutin, melainkan juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 SMAK Santo Paulus Jember. Puncak perayaan Dies Natalis sekolah tersebut dijadwalkan berlangsung pada Agustus 2026.
Ketua OSIS SMAK Santo Paulus, Winnie, mengatakan kegiatan donor darah merupakan bentuk kontribusi nyata warga sekolah kepada masyarakat dalam momentum bersejarah bagi lembaga pendidikan tersebut.
“Ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan menyambut Dies Natalis ke-75 SMAK Santo Paulus. Puncaknya akan digelar pada Agustus 2026, dan salah satu kegiatan sosial yang kami lakukan adalah donor darah,” ujarnya di sela kegiatan.
Partisipasi tidak hanya datang dari kalangan siswa, tetapi juga tenaga pendidik. Salah satu pendonor adalah Suster Nikol yang turut memberikan teladan kepada para siswa. Ia mengaku kegiatan ini menjadi pengalaman keduanya dalam mendonorkan darah.
“Ini kedua kalinya saya mendonorkan darah. Yang pertama dulu saat masih bertugas di Malang,” ungkapnya.
Secara rutin, SMAK Santo Paulus Jember menggelar kegiatan donor darah dua kali dalam setahun. Namun pada tahun ini, kegiatan tersebut dikolaborasikan dengan kepanitiaan HUT ke-75 agar memberikan dampak sosial yang lebih luas bagi masyarakat.
Ketua PMI Kabupaten Jember, Zainollah, mengapresiasi inisiatif sekolah tersebut. Menurutnya, keterlibatan institusi pendidikan sangat membantu menjaga stabilitas stok darah, terutama selama bulan Ramadan ketika jumlah pendonor cenderung menurun.
“Partisipasi sekolah seperti SMAK Santo Paulus sangat membantu PMI dalam menjaga ketersediaan stok darah. Di bulan Ramadan kebutuhan darah tetap ada, sementara jumlah pendonor biasanya menurun,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkelanjutan sebagai bentuk pendidikan karakter kemanusiaan bagi generasi muda
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.












