Kisah Edy Sucipto, ASN Jember yang Konsisten Donor Darah Sejak Remaja

Kisah Edy Sucipto, ASN Jember yang Konsisten Donor Darah

JEMBER – Menjelang masa purna tugas sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN), Edy Sucipto (58) justru menyiapkan langkah pengabdian baru bagi masyarakat. Warga Jalan Ciliwung I No.34, Kelurahan Jember Lor, Kecamatan Patrang itu bertekad menjadi penggerak kegiatan donor darah setelah resmi pensiun pada Agustus 2026 mendatang.

Saat ini Edy masih menjabat sebagai Kepala Sub Bagian Umum dan Kepegawaian Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember. Di tengah kesibukan sebagai ASN, ia dikenal aktif melakukan donor darah sejak usia remaja. Hingga kini, Edy tercatat telah mendonorkan darahnya sebanyak 83 kali.

Atas konsistensinya tersebut, Edy pernah menerima penghargaan sebagai pendonor 80 kali dari Gubernur Jawa Timur yang diserahkan di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

“Karena rutin donor darah setiap dua bulan sekali, alhamdulillah saya jarang sakit dan badan terasa lebih segar. Justru kalau tidak donor rasanya ada yang kurang, kadang saya sampai mencari jadwal donor darah terdekat,” ujar Edy usai mengikuti kegiatan donor darah ke-83 di Pendopo Kecamatan Arjasa, Jumat malam (6/3/2026).

Menjelang masa pensiun, Edy semakin aktif mengajak masyarakat di berbagai desa di Kecamatan Arjasa untuk ikut menjadi pendonor darah. Pengalaman pribadinya melakukan donor puluhan kali kerap ia bagikan sebagai motivasi bagi warga.

Ia juga menceritakan pengalamannya ketika bertugas di Kecamatan Jelbuk. Saat itu, ia mendorong masyarakat setempat untuk aktif mengikuti kegiatan donor darah hingga akhirnya kegiatan tersebut dapat berjalan rutin setiap dua bulan sekali.

“Waktu saya bertugas di Kecamatan Jelbuk, saya berusaha mengajak masyarakat untuk donor darah. Alhamdulillah sekarang kegiatan donor darah di sana sudah berjalan rutin setiap dua bulan sekali,” katanya.

Kini, semangat serupa terus ia bangun di Kecamatan Arjasa. Dalam beberapa waktu terakhir, kegiatan donor darah di wilayah tersebut mulai berjalan aktif dan sudah tiga kali digelar secara berkala.

Sebelum memasuki masa pensiun pada Agustus mendatang, Edy menargetkan terbentuknya sebuah “kampung donor” di Kecamatan Arjasa, sebagaimana yang telah diterapkan di beberapa wilayah lain di Kabupaten Jember.

“Saya berharap antara bulan Juni atau Juli nanti sudah terbentuk kampung donor di Kecamatan Arjasa. Saya siap menjadi penggeraknya, bahkan setelah pensiun nanti saya tetap ingin terus mengajak masyarakat untuk donor darah,” ujar Edy sambil tersenyum, seraya memegang suvenir berupa tumbler dari PMI Jember.

Untuk menggerakkan partisipasi masyarakat, Edy bersama pihak kecamatan dan relawan memanfaatkan berbagai cara, mulai dari penyebaran informasi melalui pesan singkat, media sosial, hingga grup komunikasi desa dan forum musyawarah pimpinan kecamatan (muspika).

Langkah tersebut dilakukan agar kesadaran masyarakat terhadap pentingnya donor darah terus meningkat, sekaligus membantu menjaga ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Tinggalkan Balasan