Ekonomi Banyuwangi 2025 Mencatat Pertumbuhan 5,65% Mengungguli Jawa Timur dan Nasional

Mohammad Islam
Ekonomi Banyuwangi 2025 Mencatat Pertumbuhan 5,65% Mengungguli Jawa Timur dan Nasional

Suara Pecari – 15 April 2026 | Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa ekonomi Banyuwangi tumbuh 5,65 persen pada tahun 2025, melampaui pertumbuhan provinsi Jawa Timur (5,33%) dan rata‑rata nasional (5,11%). Angka tersebut mencerminkan peningkatan kinerja semua sektor usaha di wilayah tersebut.

Kepala BPS Kabupaten Banyuwangi, Abdus Salam, menyatakan bahwa pertumbuhan tersebut bersifat kumulatif untuk periode Januari‑Desember 2025 dan didorong oleh kebijakan pemerintah daerah yang menekankan pengembangan sektor produktif.

Sektor jasa, khususnya pariwisata, mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 8,64 persen, diikuti oleh transportasi dan pergudangan yang tumbuh 8,4 persen. Kenaikan tersebut sejalan dengan peningkatan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara yang mencapai 8,26 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Transportasi melaporkan peningkatan mobilitas pada berbagai moda, termasuk kereta api, bus, dan penerbangan, yang berkontribusi pada percepatan aliran barang dan orang di wilayah tersebut.

Di luar jasa, tiga sektor utama—pertanian, perdagangan, dan konstruksi—menjadi pilar pertumbuhan ekonomi. Pertanian mencatat pertumbuhan 4,36 persen, didorong oleh kenaikan produksi gabah kering giling sebesar 15,83 persen.

Perdagangan mengalami peningkatan penjualan ritel dan grosir, sementara sektor konstruksi mendapat dorongan dari proyek‑proyek infrastruktur yang didukung oleh pemerintah daerah.

Investasi baik asing (PMA) maupun dalam negeri (PMDN) menunjukkan peningkatan pada tahun 2025, menandakan kepercayaan investor terhadap iklim usaha di Banyuwangi.

Tidak ada sektor lapangan kerja yang mengalami kontraksi selama tahun tersebut; semua sektor mencatat penambahan tenaga kerja, menambah kestabilan sosial ekonomi.

Kebijakan Bupati Ipuk Fiestiandani menjadi faktor kunci, terutama strategi memposisikan pariwisata sebagai motor utama pertumbuhan dengan pendekatan berkelanjutan dan berbasis komunitas.

Ferdy Elfian, Ketua Himpunan Pengusaha Muda (HIPMI) Banyuwangi, menilai kebijakan tersebut berhasil meningkatkan kunjungan wisata dan menstimulasi ekonomi kreatif di kalangan pemuda desa.

Program Jagoan Tani memberikan stimulus berupa pelatihan, bantuan modal, dan akses pasar bagi petani muda, yang berkontribusi pada peningkatan produktivitas pertanian.

Pemerintah daerah juga menfokuskan pada pengembangan infrastruktur transportasi, termasuk perbaikan jalan, pelabuhan, dan fasilitas bandara, untuk memperlancar arus logistik.

Data BPS menunjukkan bahwa peningkatan infrastruktur berimbas pada penurunan biaya distribusi barang, memperkuat daya saing produk lokal di pasar regional.

Kondisi ekonomi yang positif memicu peningkatan pendapatan per kapita, meski data spesifik belum dirilis, tren pertumbuhan pendapatan diproyeksikan mengikuti laju pertumbuhan sektor utama.

Penguatan sektor pariwisata juga menciptakan peluang usaha baru, seperti homestay, kuliner khas, dan layanan pemandu wisata, yang mayoritas dijalankan oleh pelaku usaha mikro dan kecil.

Kenaikan jumlah wisatawan internasional memberi tekanan pada penyediaan layanan akomodasi kelas menengah ke atas, mendorong investasi di sektor perhotelan.

Sektor transportasi tidak hanya mendukung pariwisata, tetapi juga mempercepat distribusi hasil pertanian ke pasar domestik dan ekspor, meningkatkan nilai tambah bagi petani.

Pemerintah daerah menegaskan komitmen untuk mempertahankan pertumbuhan inklusif, dengan mengoptimalkan sinergi antara sektor formal dan informal.

Pendekatan tersebut meliputi pelatihan keterampilan, pembiayaan mikro, dan promosi produk lokal melalui pameran serta platform digital.

Meskipun pertumbuhan positif, pihak berwenang mengingatkan perlunya pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan, terutama di daerah wisata alam yang rawan degradasi.

Pengawasan lingkungan dan program edukasi masyarakat diharapkan dapat menjaga kualitas ekosistem sambil tetap mendorong aktivitas ekonomi.

Secara keseluruhan, pertumbuhan 5,65 persen mencerminkan sinergi kebijakan publik, partisipasi sektor swasta, dan peran aktif masyarakat dalam memperkuat ekonomi daerah.

Para analis memprediksi bahwa dengan konsistensi kebijakan dan investasi, Banyuwangi dapat mempertahankan laju pertumbuhan di atas rata‑rata provinsi dan nasional dalam beberapa tahun ke depan.

Dengan fondasi yang kuat, Banyuwangi siap menjadi contoh wilayah yang mengintegrasikan pertanian, pariwisata, dan industri kreatif dalam rangka mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan