PM Pakistan Shehbaz Sharif Kunjungi Arab Saudi dan Turki Sambil Perkuat Peran Mediasi AS‑Iran

Dian Pranata
PM Pakistan Shehbaz Sharif Kunjungi Arab Saudi dan Turki Sambil Perkuat Peran Mediasi AS‑Iran

Suara Pecari – 15 April 2026 | Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif tiba di Riyadh pada Senin untuk pertemuan tingkat tinggi dengan Raja Salman bin Abdulaziz, menjelang kunjungan lanjutan ke Ankara.

Kunjungan itu terjadi bersamaan dengan munculnya sinyal baru bahwa Washington dan Teheran dapat memulai kembali dialog damai setelah serangkaian pertemuan informal yang belum menghasilkan kesepakatan.

Sharif menegaskan bahwa Islamabad siap menjadi fasilitator utama, membantu memperpanjang gencatan senjata dan menyediakan arena bagi negosiasi lanjutan antara kedua kekuatan.

Presiden Pakistan Asif Ali Zardari menambahkan, ‘Kami terus mengupayakan langkah diplomatik yang dapat menurunkan ketegangan dan membuka ruang bagi perdamaian di wilayah ini.’

Di Riyadh, Sharif berdiskusi dengan Menteri Luar Negeri Saudi tentang stabilitas kawasan, keamanan energi, serta koordinasi militer pasca penempatan pasukan Pakistan di Arab Saudi.

Pada 11 April, Pakistan mengirimkan sejumlah pasukan dan jet tempur ke pangkalan King Abdulaziz sebagai bagian dari perjanjian pertahanan bilateral yang ditandatangani tahun lalu.

Pengiriman tersebut dimaksudkan meningkatkan kesiapan operasional dan mendukung keamanan maritim di Selat Hormuz, yang belakangan menjadi titik tegang antara Amerika Serikat dan Iran.

Setelah Riyadh, Sharif melanjutkan ke Ankara, di mana ia bertemu Presiden Recep Tayyip Erdoğan untuk menyelaraskan kebijakan luar negeri terkait konflik Timur Tengah.

Erdoğan menyambut kedatangan Sharif sebagai peluang memperkuat koalisi regional yang dapat menekan pihak-pihak yang memperparah konfrontasi di Teluk.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan dalam wawancara dengan New York Post bahwa pembicaraan baru dengan Iran ‘bisa dimulai dalam beberapa hari’, dan menyoroti peran Pakistan sebagai mediator potensial.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menekankan pentingnya dialog berkelanjutan, menambahkan bahwa konflik kompleks tidak dapat diselesaikan hanya dalam satu putaran pertemuan.

Pakarnya kebijakan internasional Nasim Zehra menilai peran Pakistan berhasil meredam eskalasi dan menyelamatkan nilai ekonomi global hingga USD 125 triliun, sekaligus membuka peluang nilai tambahan sekitar USD 3,6 triliun.

Sumber senior pemerintah Pakistan mengonfirmasi persiapan putaran kedua perundingan antara AS dan Iran yang diharapkan dilaksanakan di Islamabad setelah gencatan senjata dua minggu berakhir.

Pertemuan pertama antara wakil presiden AS JD Vance dan Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf berlangsung selama 21 jam pada akhir pekan, namun tidak menghasilkan kesepakatan final.

Washington terus menegakkan blokade laut terhadap pelabuhan Iran, sementara Tehran membatasi lalu lintas di Selat Hormuz, menambah kekhawatiran atas pasokan energi dunia.

Sharif juga mengundang menteri luar negeri Mesir serta perwakilan Saudi dan Turki untuk memperkuat koalisi diplomatik yang dapat menekan pihak-pihak yang mengancam stabilitas.

Dengan agenda yang meliputi kunjungan bilateral, penempatan militer, dan upaya mediasi, Pakistan menegaskan komitmennya menjaga momentum dialog dan menghindari eskalasi lebih lanjut di kawasan.

Tinggalkan Balasan