Deni Avdija Tanggapi Kritik Wembanyama, Raih Pencalonan Most Improved Player di Playoff 2026

Ricky Sulivan
Deni Avdija Tanggapi Kritik Wembanyama, Raih Pencalonan Most Improved Player di Playoff 2026

Suara Pecari – 20 April 2026 | Deni Avdija menjawab sindiran Victor Wembanyama dan tetap menjadi kandidat kuat untuk penghargaan Most Improved Player setelah penampilan di playoff.

Pada pertandingan pertama babak playoff 2026 antara Portland Trail Blazers dan San Antonio Spurs, Spurs menang 111-98, Wembanyama mencetak debut bersejarah, sementara Avdija mencatat statistik modest.

Avdija menanggapi jab Wembanyama yang menuduh dia sering menarik pelanggaran, menyatakan tidak mengerti maksudnya dan menekankan fokus pada tim.

“Saya tidak peduli komentar itu, yang penting kami bermain untuk tim,” kata Avdija dalam konferensi pers pasca pertandingan.

Wembanyama sebelumnya menyoroti Avdija dalam wawancara, menyebutnya sebagai pemain yang suka mengundang foul, menimbulkan kontroversi.

Avdija menegaskan bahwa strategi timnya melibatkan gerakan bola yang menghasilkan peluang, bukan memancing pelanggaran secara sengaja.

Statistik: dalam game tersebut Avdija mencatat 8 poin, 4 rebound, 3 assist, dan 2 steal, menurunkan margin kekalahan timnya.

Meskipun timnya kalah, penampilan Avdija dinilai meningkat dibanding musim reguler, yang menjadi alasan pencalonannya dalam daftar singkat MVP.

NBA mengumumkan daftar pendek pemain yang bersaing untuk Most Improved Player 2026, menyertakan Nickeil Alexander-Walker, Jalen Duren, dan Deni Avdija.

Pencalonan ini menandai perkembangan signifikan Avdija sejak masuk NBA pada 2020, termasuk peran lebih besar di lini depan.

Analis mengapresiasi peningkatan kemampuan menembak tiga poin Avdija, yang kini mencapai persentase 38% musim ini.

Selain tembakan, Avdija juga memperlihatkan peningkatan pertahanan, dengan rata-rata 1,5 blok per game di playoffs.

Media postgame di Portland melaporkan bahwa Avdija tetap tenang meski menjadi sorotan, menegaskan komitmen pada proses tim.

Pelatih Spurs menilai Wembanyama sebagai faktor kunci kemenangan, sementara pelatih Blazers menyebut Avdija sebagai pemain yang dapat diandalkan di masa depan.

Reaksi penggemar di media sosial beragam; sebagian mendukung Avdija, lainnya menilai jab Wembanyama wajar dalam kompetisi.

Namun, Avdija menekankan pentingnya sportivitas, menolak segala bentuk provokasi di lapangan.

Kedepannya, Blazers berencana menyesuaikan taktik untuk mengurangi peluang lawan menarik foul, dengan harapan Avdija dapat berkontribusi lebih banyak.

Jika Avdija terus meningkatkan performa, peluangnya meraih penghargaan Most Improved Player menjadi lebih besar.

Keberhasilan Avdija juga berdampak pada popularitas basket Israel, menginspirasi pemain muda di tanah air.

Dengan fokus pada perkembangan pribadi dan tim, Avdija berharap dapat membantu Blazers melaju lebih jauh di sisa playoff.

Tinggalkan Balasan