Jenazah Prajurit Perancis Dipulangkan, UNIFIL Konfirmasi Satu Korban di Lebanon

Avatar
Jenazah Prajurit Perancis Dipulangkan, UNIFIL Konfirmasi Satu Korban di Lebanon

Suara Pecari – 21 April 2026 | Jasad seorang anggota pasukan penjaga perdamaian Perancis telah dibawa kembali ke tanah air setelah insiden di Lebanon Selatan.

Peti jenazah Sersan Staf Florian Montorio dibawa ke bandara internasional Beirut untuk prosesi pemakaman militer sebelum dimuat ke pesawat militer Perancis.

Penerbangan tersebut berangkat menuju Paris, menandai pemulangan resmi korban pertama dalam serangkaian serangan terhadap UNIFIL.

UNIFIL mengonfirmasi satu prajurit Perancis gugur, sementara tiga lainnya terluka dalam serangan yang sama.

Dua korban luka parah dirawat di rumah sakit Beirut, sedangkan satu lagi menerima perawatan di wilayah selatan Lebanon.

Serangan terjadi pada 18 April 2026 ketika patroli PBB melintasi zona demarkasi di selatan Lebanon.

Menurut pernyataan UNIFIL, serangan tersebut melibatkan penembakan mendadak yang menimpa konvoi pasukan.

Presiden Perancis Emmanuel Macron menyebut Hizbullah sebagai pihak yang paling mungkin bertanggung jawab.

Hizbullah menolak tuduhan tersebut dan menyatakan tidak ada kaitan antara kelompoknya dengan insiden.

Insiden ini muncul di tengah ketegangan yang meningkat sejak pertempuran antara Hizbullah dan Israel pada 2 Maret 2026.

Menhan Israel pun mengeluarkan perintah untuk menggunakan kekuatan penuh di wilayah Lebanon, menambah risiko bagi pasukan PBB.

Pemerintah Indonesia menyampaikan belasungkawa mendalam kepada Pemerintah Perancis atas kehilangan tersebut.

Kementerian Luar Negeri RI menilai serangan itu tidak dapat diterima dan melanggar hukum humaniter internasional.

Jakarta menekankan pentingnya menghormati gencatan senjata selama 10 hari yang sedang berlangsung.

Pernyataan Indonesia juga menyerukan agar semua pihak menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk keamanan pasukan perdamaian.

France berjanji meninjau prosedur keamanan misi UNIFIL setelah kejadian ini.

Kementerian Pertahanan Perancis menegaskan korban akan dikenang dan yang terluka akan mendapatkan perawatan penuh.

Pemerintah Perancis tetap berkomitmen mendukung mandat UNIFIL di Lebanon.

Mandat UNIFIL mencakup pemantauan penghentian permusuhan dan bantuan kepada Angkatan Bersenjata Lebanon.

PBB meminta penyelidikan menyeluruh atas serangan dan penuntutan pelaku.

Insiden tersebut menyoroti kerentanan pasukan perdamaian yang beroperasi di zona konflik.

Pengamat memperingatkan bahwa eskalasi ini dapat mengganggu stabilitas rapuh di selatan Lebanon.

Majelis Keamanan PBB diperkirakan akan membahas peristiwa ini pada pertemuan berikutnya.

Sementara itu, lembaga kemanusiaan melaporkan meningkatnya pengungsian warga sipil akibat ketegangan yang berkelanjutan.

Pihak berwenang Lebanon berjanji memberi dukungan penuh kepada penyelidikan UN.

Juru bicara Hizbullah menegaskan penolakan kelompoknya terhadap keberadaan pasukan asing di wilayah Lebanon.

Israel menekankan strategi luas untuk menetralkan ancaman di perbatasan dalam pernyataan terbaru.

Delegasi Perancis yang hadir dalam upacara pemulangan terdiri atas pejabat militer senior dan Duta Besar Perancis untuk Lebanon.

Acara diakhiri dengan satu menit hening dan diputarannya lagu kebangsaan Perancis.

Pemulangan jenazah ini menjadi pengingat suram akan bahaya yang dihadapi misi perdamaian internasional di kawasan tersebut.

Tinggalkan Balasan