Telkomsel Perkuat Nilai Tambah Layanan Broadband Hadapi Kompetisi Internet Rp100.000

Ricky Sulivan
Telkomsel Perkuat Nilai Tambah Layanan Broadband Hadapi Kompetisi Internet Rp100.000

Suara Pecari – 22 April 2026 | Telkomsel mengumumkan strategi baru untuk menghadapi maraknya paket internet murah yang menawarkan kecepatan hingga 100 Mbps dengan harga Rp100.000 per 30 hari. Perusahaan menekankan bahwa diferensiasi akan dicapai melalui peningkatan nilai tambah layanan broadband, bukan sekadar penurunan harga.

Abdullah Fahmi, Wakil Presiden Corporate Communications & Social Responsibility, menjelaskan bahwa fokus utama kini berada pada bundling layanan digital lifestyle dan perbaikan kualitas keseluruhan. Dalam wawancara dengan Bisnis pada 21 April 2026, ia menegaskan bahwa reposisi harga bukan prioritas utama Telkomsel.

Untuk menambah nilai bagi pelanggan, Telkomsel melakukan penyegaran pada price plan nasional, meningkatkan kecepatan pada level entry, menyederhanakan rangkaian produk, dan memperkuat reliabilitas jaringan. Langkah‑langkah ini dirancang dengan memperhatikan kondisi ekonomi makro serta segmentasi beragam pelanggan.

Operator kini menawarkan tiga portofolio internet rumah yang tersegmentasi. Koneksi berbasis serat optik tetap dijalankan melalui merek IndiHome, yang ditujukan bagi rumah tangga yang membutuhkan kestabilan dan kapasitas tinggi.

Untuk layanan Fixed Wireless Access, Telkomsel memposisikan Orbit sebagai solusi nirkabel premium dengan fleksibilitas tinggi, dilengkapi bundling layanan streaming seperti Netflix, Disney+ Hotstar, Prime Video, serta layanan produktivitas seperti Zoom Pro. Pelanggan dapat menyesuaikan kuota dan masa aktif, serta menikmati instalasi plug‑and‑play yang cepat.

EZnet disiapkan sebagai opsi yang lebih terjangkau bagi segmen sensitif harga. Layanan ini tersedia dalam varian FWA maupun fiber, memberikan koneksi rumah yang andal dengan biaya lebih rendah tanpa mengorbankan performa dasar.

Fahmi menegaskan strategi “dual‑track” yang memadukan disiplin eksekusi dengan penawaran yang fit‑for‑purpose untuk rumah tangga. Pendekatan ini memungkinkan konsumen memilih antara IndiHome untuk kestabilan serat, Orbit untuk fleksibilitas premium, atau EZnet untuk kebutuhan esensial dengan harga bersaing.

Tekanan kompetitif datang dari pendatang baru seperti Surge dan MyRepublic yang meluncurkan paket 100 Mbps dengan harga Rp100.000 per bulan setelah memenangkan lelang spektrum 1,4 GHz. Program Internet Rakyat Surge mulai beroperasi pada Februari 2026 mencakup Jawa, Papua, dan Maluku, sementara MyRepublic Air melayani wilayah Sumatra, Bali, Nusa Tenggara, Kalimantan, dan Sulawesi.

Menanggapi persaingan tersebut, Telkomsel memperluas cakupan jaringan ke daerah‑daerah yang menjadi target para pesaing, memanfaatkan infrastruktur eksisting serta rencana ekspansi jaringan 5G untuk menjaga kualitas layanan. Investasi tambahan diarahkan pada peningkatan backhaul dan titik akses seluler guna menutup kesenjangan cakupan.

Penguatan bundling layanan digital menjadi pilar penting dalam strategi ini; Telkomsel menambahkan konten lokal dan internasional ke dalam paket Orbit, memberikan nilai tambah yang sulit ditiru oleh kompetitor yang hanya menawarkan kecepatan tanpa ekosistem layanan. Hal ini diharapkan meningkatkan retensi pelanggan dan mengurangi churn.

Ke depan, perusahaan menargetkan pertumbuhan berkelanjutan dengan menyesuaikan penawaran pada dinamika pasar dan preferensi konsumen yang terus berubah. Fokus pada inovasi produk, peningkatan layanan purna jual, serta kolaborasi dengan penyedia konten diharapkan memperkuat posisi Telkomsel sebagai pemimpin pasar internet rumah.

Dengan menekankan nilai tambah, keandalan, dan pilihan berjenjang, Telkomsel berharap dapat mempertahankan pangsa pasar sambil memberikan konsumen opsi yang sesuai baik untuk kebutuhan premium maupun anggaran terbatas.

Tinggalkan Balasan