Clara Shinta Gugat Cerai Setelah Terungkap VCS Suami, Ungkap Beban Emosional dan Rencana Tuntutan

Mohammad Islam
Clara Shinta Gugat Cerai Setelah Terungkap VCS Suami, Ungkap Beban Emosional dan Rencana Tuntutan

Suara Pecari – 15 April 2026 | Influencer Clara Shinta secara resmi mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Jakarta Selatan pada April 2026 setelah memergoki suaminya melakukan video call sex (VCS) dengan wanita lain.

Kasus VCS tersebut terungkap pada akhir Maret 2026 dan memicu keputusan Clara untuk menempuh jalur hukum demi melindungi kepentingan keluarga.

Pengadilan menerima dokumen gugatan yang menyebutkan bahwa perbuatan suami melanggar kepercayaan serta merusak keutuhan rumah tangga secara permanen.

Clara menyatakan bahwa keputusan perceraian bukan pilihan mudah dan mengaku mengalami tekanan mental yang berat.

“Sejauh ini insya Allah saya mantap berpisah, sudah didaftarkan ke PA Jaksel,” ujar Clara dalam konferensi pers di kawasan Kemang, Selasa 14 April 2026.

Ia menambahkan, “Mohon doa dan kekuatannya karena berpisahnya juga ini tidak mudah, saya terasa terseok‑seok dan mau mati rasanya kalau harus berpisah dengan suami saya karena saya mencintainya.”

Meskipun mengajukan gugatan, Clara mengakui masih menyimpan rasa cinta kepada Muhammad Alexander Assad, suami yang menjadi sorotan publik.

“Saya juga masih sangat mencintai suami, tapi perpisahan adalah jalan terbaik untuk keluarga kami,” jelasnya.

Clara menyoroti bahwa suaminya dulu dipandangnya sebagai sosok hampir sempurna, yang sayang pada anak, istri, dan rajin beribadah.

“Saya tidak menyangka dia tega melakukan pengkhianatan di tengah ikatan pernikahan kami,” ungkapnya sambil terisak.

Ia menegaskan bahwa tindakan suami tidak hanya melukai dirinya, melainkan juga mengkhianati anak-anak mereka.

“Dia mengkhianati keluarga kami, bukan hanya saya pribadi,” tegas Clara.

Suami Clara dilaporkan pernah mencoba mediasi, namun Clara menilai kepercayaan yang rusak tidak dapat dipulihkan.

“Saya sudah memaafkan, tapi hati wanita sudah sakit dan tidak ada lagi kepercayaan,” katanya.

Clara menyampaikan rencana untuk melayangkan somasi kepada wanita bernama Indah, yang terlibat dalam VCS bersama suaminya.

Somasi tersebut menuntut ganti rugi psikologis sebesar Rp10,7 miliar, dengan alasan gangguan mental dan pekerjaan Indah terganggu.

“Psikisnya terganggu dan pekerjaan terpengaruh, itulah mengapa nilai tuntutan mencapai sepuluh koma tujuh miliar rupiah,” jelasnya.

Dalam pernyataannya, Clara menegaskan bahwa gugatan cerai dimaksudkan untuk menegakkan keadilan bagi dirinya dan anak-anak.

Ia berharap proses di Pengadilan Agama dapat berjalan lancar meski situasi emosionalnya masih tinggi.

Clara juga menyatakan kesiapan untuk menghadiri mediasi di pengadilan sebagai upaya menyelesaikan perselisihan secara damai.

“Selalu siap, saya terbuka untuk dia,” ujar Clara mengenai kemungkinan mediasi.

Kasus ini menarik perhatian publik karena melibatkan seorang selebgram dengan basis pengikut yang luas.

Media sosial menjadi arena utama penyebaran bukti VCS, yang dianggap Clara sebagai bentuk sanksi sosial terhadap pelaku.

Pengungkapan ini menambah deretan perceraian selebriti yang menyoroti dinamika hubungan rumah tangga di era digital.

Hingga kini, proses hukum masih berlangsung dan keputusan akhir pengadilan belum diumumkan.

Situasi keluarga Clara Shinta tetap menjadi fokus publik, dengan harapan agar semua pihak dapat menemukan penyelesaian yang adil dan manusiawi.

Tinggalkan Balasan