Menlu Sugiono Siap Sambut 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla di Tanah Air

Menlu Sugiono Siap Sambut 9 WNI Relawan Global Sumud Flotilla di Tanah Air

Suara Pecari | Sebanyak sembilan Warga Negara Indonesia (WNI) yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2.0 dijadwalkan tiba di Indonesia pada Minggu, 24 Mei 2026, sore. Menteri Luar Negeri Republik Indonesia, Sugiono, akan menyambut kedatangan mereka secara langsung di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri, Yvonne Mewengkang, mengungkapkan bahwa rombongan relawan akan mendarat sekitar pukul 15.30 WIB dan akan diterima di Lounge Umrah, Terminal 3 Bandara Soekarno-Hatta. Sebelumnya, sembilan WNI tersebut telah tiba dengan selamat di Istanbul, Turki, pada Kamis, 21 Mei 2026.

Pemerintah Indonesia terus melakukan koordinasi dengan berbagai pihak untuk memastikan pemulangan seluruh WNI ke tanah air berlangsung dengan aman. Sugiono menegaskan bahwa mereka telah mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi kendala yang mungkin dihadapi selama proses pemulangan.

Menlu Sugiono juga mengecam tindakan penyiksaan dan perlakuan tidak manusiawi yang dialami oleh para relawan selama masa penahanan di luar negeri. Ia menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional dan mencederai nilai-nilai kemanusiaan yang universal.

Dalam pernyataannya, Sugiono menegaskan bahwa militer Israel telah melakukan pelanggaran berat terhadap hak-hak asasi manusia para relawan kemanusiaan yang terlibat dalam misi damai. Ia menyerukan agar hak-hak sipil dan keselamatan para relawan dihormati selama mereka menjalankan tugas di wilayah konflik.

Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk memberikan pendampingan dan perlindungan kepada seluruh WNI hingga proses pemulangan selesai. Sugiono menegaskan bahwa pemerintah akan memastikan semua langkah diambil demi keselamatan dan kenyamanan para relawan kemanusiaan tersebut.

Dengan kedatangan sembilan WNI relawan Global Sumud Flotilla, diharapkan proses pemulangan ini dapat berjalan lancar tanpa ada kendala. Pemerintah akan terus memantau situasi dan memastikan bahwa semua pihak yang terlibat dalam misi kemanusiaan ini mendapatkan perlindungan yang layak.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan