WN Relawan Gaza Ceritakan Kekerasan Semasa Penahanan oleh Israel

WN Relawan Gaza Ceritakan Kekerasan Semasa Penahanan oleh Israel

Suara Pecari |

Relawan kemanusiaan asal Indonesia, Rahendro Herubowo, mengungkapkan dugaan kekerasan fisik dan tekanan mental selama ditahan militer Israel. Dia mengaku mengalami perlakuan keras selama masa penahanan berlangsung. Tekanan fisik dan mental mulai dialami para relawan sejak masih berada di atas kapal bantuan kemanusiaan.

Menurut Heru, para relawan juga dipaksa berjalan dengan kepala menunduk saat dipindahkan dari satu lokasi ke lokasi lain. Relawan yang mencoba mengangkat kepala langsung mendapat tindakan kekerasan dari aparat Israel.

Ia juga menceritakan para relawan beberapa kali dibawa menuju ruangan khusus selama masa penahanan berlangsung. Heru menyebut ruangan tersebut digunakan aparat Israel untuk melakukan tindakan kekerasan terhadap para tahanan.

Heru menyebut pengalaman tersebut menjadi bagian dari tekanan fisik dan psikologis yang dialami para relawan internasional selama ditahan. Ia menilai perlakuan tersebut tidak mencerminkan prinsip kemanusiaan terhadap aktivis sipil yang membawa bantuan untuk Gaza.

Sebelumnya, sembilan WNI peserta Global Sumud Flotilla ditahan militer Israel pada 19 Mei 2026 saat membawa bantuan menuju Gaza. Setelah melalui diplomasi intensif Pemerintah Indonesia dan dukungan internasional, seluruh relawan akhirnya dibebaskan dan dipulangkan melalui Istanbul, Turki.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan