Kedubes Turki Gelar Hari Sarapan Sedunia, Ingatkan Pentingnya Nol Limbah Makanan

Kedubes Turki Gelar Hari Sarapan Sedunia, Ingatkan Pentingnya Nol Limbah Makanan

Suara Pecari | Jakarta – Kedutaan Besar Turki di Jakarta kembali menggelar perayaan Hari Sarapan Sedunia pada Minggu, 7 Juni 2026. Acara yang berlangsung di sebuah restoran khas Turki di Jakarta Selatan ini tidak hanya menjadi ajang memperkenalkan budaya kuliner, tetapi juga menyuarakan gerakan nol limbah makanan. Dalam sambutannya, Duta Besar Turki untuk Indonesia, Talip Küçükcan, menegaskan bahwa Kedubes Turki Gelar Hari Sarapan Sedunia Ingatkan Pentingnya Nol Limbah Makanan LPP RRI sebagai bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral sekaligus mendidik masyarakat tentang keberlanjutan lingkungan.

Talip menjelaskan bahwa ide di balik penyelenggaraan sarapan bersama ini adalah untuk mempertemukan warga Turki dan Indonesia agar dapat saling berbincang dan memperkuat hubungan yang sudah terjalin. “Kami ingin menciptakan suasana santai di mana kedua bangsa bisa saling mengenal lebih dekat melalui hidangan khas Turki,” ujarnya. Acara ini juga menjadi momentum untuk mengingatkan pentingnya tidak menyia-nyiakan makanan, sejalan dengan gerakan nol limbah yang diprakarsai oleh Ibu Negara Turki, Emine Erdogan.

Gerakan nol limbah, menurut Talip, tidak hanya terbatas pada makanan, tetapi juga mencakup waktu, kesehatan, dan berbagai berkah yang dimiliki manusia. Nilai-nilai ini telah diajarkan kepada anak-anak di Turki sejak usia dini melalui kurikulum pendidikan. “Kami ingin generasi muda memahami bahwa setiap sumber daya berharga dan tidak boleh disia-siakan,” tambahnya. Perayaan Kedubes Turki Gelar Hari Sarapan Sedunia Ingatkan Pentingnya Nol Limbah Makanan LPP RRI ini diharapkan dapat menginspirasi masyarakat Indonesia untuk turut serta dalam gerakan serupa.

Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi RI, Stella Christie, yang turut hadir dalam acara tersebut, mengungkapkan kekagumannya terhadap kuliner Turki. Ia menyebut sarapan Turki sebagai salah satu yang terbaik di dunia karena menghadirkan perpaduan rasa gurih dan manis dalam satu sajian. “Saya bilang, wow! Makanan pagi Turki itu adalah makanan pagi paling enak sedunia. Kenapa? Karena ada yang gurih, ada juga yang manis,” ujar Stella. Ia juga merekomendasikan masyarakat Indonesia untuk mengeksplorasi sastra Turki, termasuk karya Orhan Pamuk, peraih Nobel Sastra, yang menurutnya menyajikan cerita mendalam tentang kehidupan dan budaya Turki.

Acara ini juga mendapat apresiasi dari para tamu undangan, seperti Rektor Universitas Islam Internasional Indonesia, Jamhari, dan Direktur Protokol Kementerian Luar Negeri RI, Bayu Hari Saktiawan. Mereka sepakat bahwa Hari Sarapan Sedunia menjadi platform tepat dalam memperkenalkan budaya dan kuliner khas Turki kepada masyarakat luas. Kegiatan ini dinilai sebagai bentuk soft diplomacy atau diplomasi lunak yang efektif dari pemerintah Turki. Dengan menyajikan hampir 20 menu makanan dan minuman, acara ini sukses menciptakan suasana hangat dan penuh keakraban.

Hari Sarapan Sedunia sendiri dirayakan setiap tahun pada hari Minggu pertama bulan Juni. Hari khusus ini menyoroti pentingnya nutrisi sarapan dan mempromosikan warisan kuliner global, terutama melalui acara-acara yang dipelopori oleh Turki dan UNESCO. UNESCO telah menetapkan Hari Sarapan Sedunia pada tahun 2020. Melalui perayaan ini, Kedubes Turki Gelar Hari Sarapan Sedunia Ingatkan Pentingnya Nol Limbah Makanan LPP RRI tidak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga mengedukasi masyarakat tentang pentingnya gaya hidup berkelanjutan.

Kesimpulannya, perayaan Hari Sarapan Sedunia oleh Kedutaan Besar Turki di Jakarta merupakan langkah strategis dalam memperkuat hubungan Indonesia-Turki melalui pendekatan budaya dan edukasi lingkungan. Pesan nol limbah yang diusung relevan dengan tantangan global saat ini, dan diharapkan dapat menginspirasi lebih banyak pihak untuk menerapkan prinsip keberlanjutan dalam kehidupan sehari-hari.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan