Pramono Beberkan Proyek LRT dan MRT Jakarta hingga 2029
Suara Pecari, Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan beberapa proyek strategis transportasi publik yang akan memperkuat konektivitas di Jakarta hingga tahun 2029. Proyek tersebut meliputi pengoperasian LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai, pembangunan jalur baru menuju Dukuh Atas, serta penyelesaian MRT rute Lebak Bulus-Kota Tua.
Pengoperasian LRT Rute Kelapa Gading-Manggarai
LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai sepanjang 12,2 kilometer diperkirakan mulai beroperasi pada Agustus 2026. Dengan beroperasinya jalur ini, konektivitas LRT di Jakarta akan semakin kuat dan memudahkan mobilitas masyarakat.
Pembangunan Jalur LRT Menuju Dukuh Atas
Setelah jalur Kelapa Gading-Manggarai selesai, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana melanjutkan pembangunan jalur LRT dari Manggarai ke Dukuh Atas. Pembangunan pedestrian deck di kawasan Dukuh Atas juga telah dimulai untuk menunjang konektivitas transportasi publik utama di Jakarta.
Pengembangan LRT ke Jakarta International Stadium dan Stasiun Whoosh Halim
Selain jalur yang sudah disebutkan, pembangunan LRT juga akan dilanjutkan dari Kelapa Gading menuju Jakarta International Stadium (JIS) dan dari Velodrome ke Stasiun Whoosh Halim. Ini adalah bagian dari upaya memperkuat integrasi transportasi publik di ibu kota.
MRT Lebak Bulus-Kota Tua Ditargetkan Rampung 2029
Gubernur Pramono menargetkan pembangunan MRT rute Lebak Bulus-Kota Tua selesai pada akhir tahun 2029. Proyek ini merupakan jalur utama yang menghubungkan wilayah utara ke selatan Jakarta, diharapkan dapat meningkatkan aksesibilitas dan efisiensi transportasi di kota.
Dampak Peningkatan Konektivitas Transportasi Publik
Tingkat konektivitas transportasi publik di Jakarta saat ini telah mencapai lebih dari 97 persen. Peningkatan ini berdampak positif pada minat masyarakat menggunakan moda transportasi umum, dengan kenaikan penumpang Transjakarta sebesar 14,99 persen pada semester ini. Peningkatan juga terjadi pada MRT Jakarta, LRT Jakarta, dan Transjabodetabek.
Pramono menekankan pentingnya dorongan penggunaan transportasi umum untuk mengurangi kerugian ekonomi akibat kemacetan yang mencapai lebih dari Rp 100 triliun setiap tahun. Dengan kemudahan akses dan jaringan transportasi yang terintegrasi, diharapkan masyarakat semakin memilih transportasi publik sebagai pilihan utama.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










