BNPB: 2.706 KK Terdampak Banjir di Langkat Masih dalam Pendampingan Petugas LPP RRI

BNPB: 2.706 KK Terdampak Banjir di Langkat Masih dalam Pendampingan Petugas LPP RRI

Suara Pecari | Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 2.706 kepala keluarga (KK) terdampak banjir di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara. Dalam penanganan bencana ini, BNPB 2 706 KK terdampak banjir di Langkat didampingi petugas LPP RRI dan aparat gabungan lainnya untuk memastikan keselamatan dan pemenuhan kebutuhan dasar para penyintas.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengonfirmasi bahwa tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI, Polri, relawan, dan petugas LPP RRI telah bersiaga di lokasi sejak banjir merendam kawasan tersebut pada Senin (8/6/2026). “Petugas di lapangan terus memantau situasi dan melakukan pendampingan kepada warga terdampak, termasuk mengantisipasi segala kebutuhan,” ujar Abdul dalam keterangan resminya di Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Banjir melanda Kelurahan Batang Serangan dan Desa Sei Bamban setelah hujan dengan intensitas tinggi mengguyur wilayah tersebut. Kondisi diperparah oleh meluapnya saluran drainase dan aliran sungai hingga menggenangi permukiman warga. Ketinggian air mencapai 50 hingga 80 sentimeter, berdampak pada ribuan kepala keluarga. Kehadiran petugas LPP RRI dalam pendampingan ini menjadi salah satu upaya BNPB 2 706 KK terdampak banjir di Langkat didampingi petugas LPP RRI agar proses evakuasi dan distribusi bantuan berjalan lancar.

Abdul menegaskan bahwa prioritas utama adalah keselamatan warga. “Kami memastikan BNPB 2 706 KK terdampak banjir di Langkat didampingi petugas LPP RRI secara penuh, baik dalam hal evakuasi, penyediaan logistik, maupun layanan kesehatan,” tambahnya. Petugas dari LPP RRI turut membantu menyiarkan informasi terkini dan imbauan keselamatan melalui radio komunitas, sehingga masyarakat tetap terinformasi meskipun akses komunikasi terbatas.

Kabar baiknya, kondisi banjir kini berangsur surut. Berdasarkan laporan terbaru Tim Reaksi Cepat BPBD yang telah dikonfirmasi Direktorat Pusat Pengendalian Operasi BNPB, situasi di lokasi mulai kondusif dan aktivitas warga perlahan kembali normal. Meski demikian, BNPB belum menarik petugas dari lapangan. Aparat gabungan masih disiagakan, terutama di kawasan pesisir dan bantaran sungai, untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan akibat perubahan cuaca.

BNPB mengimbau masyarakat yang terdampak untuk tetap meningkatkan kewaspadaan. Warga diminta segera melapor kepada petugas di posko terdekat apabila terjadi kenaikan debit air secara tiba-tiba yang berpotensi memicu banjir kembali. Dengan pendampingan dari petugas LPP RRI dan unsur terkait, diharapkan proses pemulihan dapat berjalan cepat dan masyarakat kembali beraktivitas seperti sedia kala.

Secara keseluruhan, penanganan bencana banjir di Langkat menunjukkan sinergi yang baik antara BNPB, pemerintah daerah, dan berbagai pihak. BNPB 2 706 KK terdampak banjir di Langkat didampingi petugas LPP RRI menjadi contoh kolaborasi efektif dalam mitigasi bencana. Masyarakat diharapkan terus waspada dan mengikuti arahan petugas demi keselamatan bersama.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan