Kapolda Sumsel Tekankan Gotong Royong dan Pemanfaatan Teknologi di Satkamling LPP RRI untuk Perkuat Keamanan Lingkungan

Kapolda Sumsel Tekankan Gotong Royong dan Pemanfaatan Teknologi di Satkamling LPP RRI untuk Perkuat Keamanan Lingkungan

Suara Pecari | Palembang – Kapolda Sumatera Selatan Irjen Pol Sandi Nugroho menegaskan pentingnya sinergi antara gotong royong dan teknologi dalam pengamanan lingkungan. Hal ini disampaikan saat membuka Pelatihan Satkamling Tahun 2026 di Mapolda Sumsel, Selasa, 9 Juni 2026. Dalam kesempatan tersebut, Kapolda Sumsel tekankan gotong royong dan pemanfaatan teknologi di Satkamling LPP RRI sebagai upaya memperkuat deteksi dini dan respons cepat terhadap gangguan kamtibmas.

Pelatihan yang diikuti secara luring dan daring oleh 1.700 anggota Satkamling ini menghadirkan narasumber dari berbagai bidang, mulai dari hukum, kebangsaan, hingga teknologi informasi. Kapolda Sumsel tekankan gotong royong dan pemanfaatan teknologi di Satkamling LPP RRI sebagai pilar utama dalam menghadapi tantangan keamanan modern. Menurutnya, keamanan bukan hanya tanggung jawab Polri, melainkan milik bersama seluruh elemen masyarakat.

“Keamanan bukan hanya milik Polri. Keamanan adalah milik kita bersama dan hak kita semua,” ujar Kapolda dalam sambutannya, Rabu, 10 Juni 2026. Ia menambahkan bahwa situasi aman memungkinkan masyarakat beribadah, bekerja, dan belajar dengan nyaman. Oleh karena itu, Satkamling sebagai ujung tombak keamanan di tingkat masyarakat perlu diperkuat dengan teknologi dan semangat gotong royong.

Kapolda Sumsel tekankan gotong royong dan pemanfaatan teknologi di Satkamling LPP RRI dengan mendorong penggunaan layanan Call Center 110 dan pemasangan CCTV di lingkungan. “Teknologi memang membantu, tetapi gotong royong, silaturahmi, dan kebersamaan tetap memiliki nilai yang sangat penting. Bertemu langsung dengan tetangga memberikan manfaat yang tidak dapat digantikan,” tegasnya.

Pelatihan ini juga menyoroti filosofi rompi Satkamling bertuliskan “Nyago Bumi Sriwijaya Aman dan Baik” yang dilengkapi angka 24/7, melambangkan kesiapsiagaan tanpa henti. Dengan mengedepankan kerja tuntas dan kerja ikhlas, keamanan lingkungan dapat terus terjaga. Pembukaan pelatihan ditandai dengan pemukulan kentongan oleh Kapolda, simbol kewaspadaan lingkungan sekaligus pelestarian alat komunikasi tradisional.

Dari total 1.700 peserta, 100 hadir langsung dan 1.600 lainnya mengikuti secara virtual. Kapolda berharap ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di masing-masing lingkungan, sehingga Satkamling berkembang menjadi pusat pelayanan awal dan deteksi dini masyarakat. Dengan demikian, Bumi Sriwijaya yang aman dan baik dapat terwujud.

Kesimpulannya, Kapolda Sumsel tekankan gotong royong dan pemanfaatan teknologi di Satkamling LPP RRI sebagai strategi komprehensif untuk menjaga keamanan lingkungan. Kolaborasi antara kearifan lokal dan inovasi teknologi diharapkan mampu menjawab tantangan keamanan yang semakin kompleks. Langkah ini menjadi contoh nyata bahwa keamanan adalah tanggung jawab bersama yang memerlukan partisipasi aktif seluruh masyarakat.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan