Santunan Anak Yatim BOSS Perkuat Semangat Gotong Royong di Kota Batu
Substansi Gotong Royong di Balik Santunan Anak Yatim BOSS
Suara Pecari, Batu, 26 Juli 2026 — Dalam suasana kebersamaan yang hangat, Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto menghadiri kegiatan Santunan Anak Yatim yang digelar oleh Batu Organisasi Sosial Seni (BOSS) di Rest Area Ngujung, Desa Pandanrejo, Senin (13/7/2026). Acara ini bukan sekadar pembagian bantuan, melainkan simbol nyata dari gotong royong warga Kota Batu yang diinisiasi oleh komunitas seni. Di tengah hiruk-pikuk pembangunan kota wisata, momen ini mengingatkan kembali akan pentingnya kepedulian sosial terhadap anak-anak yatim sebagai investasi kemanusiaan jangka panjang.
BOSS, yang dikenal sebagai wadah bagi para seniman dan pegiat budaya di Kota Batu, sejak awal berdiri tidak hanya fokus pada estetika dan pertunjukan. Organisasi ini secara konsisten menggelar berbagai aksi sosial—santunan anak yatim, donor darah, hingga bakti sosial di kampung-kampung. Menurut Heli Suyanto, kepedulian yang ditunjukkan BOSS patut diapresiasi karena membuktikan bahwa seni dan kemanusiaan berjalan seiring. “Kepedulian kepada anak yatim adalah investasi kemanusiaan. Semoga apa yang dilakukan BOSS hari ini menjadi amal kebaikan sekaligus menginspirasi lebih banyak komunitas untuk terus berbagi,” ujar Heli dalam sambutannya.
Peran Komunitas Seni dalam Membangun Solidaritas Sosial
Komunitas seni sering dipandang sebagai kelompok yang eksklusif dan hanya berkutat pada panggung. Namun, langkah BOSS justru mematahkan stigma tersebut. Dengan menyelenggarakan santunan secara rutin, BOSS hadir sebagai agen perubahan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat akar rumput. Data dari Dinas Sosial Kota Batu mencatat ada sekitar 450 anak yatim yang terdata di wilayah Batu. Melalui kegiatan ini, sebanyak 150 anak menerima santunan berupa uang tunai, paket sembako, dan perlengkapan sekolah. Acara juga dimeriahkan dengan pertunjukan seni dari anggota BOSS, mulai dari musik tradisional hingga teater boneka, yang membuat anak-anak tersenyum ceria.
Berikut adalah data penerima manfaat dan jenis santunan yang disalurkan dalam kegiatan ini:
| Kategori | Jumlah Penerima | Jenis Bantuan |
|---|---|---|
| Anak Yatim | 100 orang | Uang tunai Rp 200.000 dan paket sembako |
| Anak Yatim Piatu | 50 orang | Uang tunai Rp 300.000, perlengkapan sekolah, dan alat ibadah |
Heli juga menyoroti peran komunitas seni dalam memperkuat modal sosial. “Gotong royong tidak akan pernah usang, dan kegiatan seperti ini menjadi bukti bahwa warga Batu masih menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan,” imbuhnya. Hal senada diungkapkan oleh Ketua BOSS yang baru dilantik, Abdul Manan. Ia menegaskan bahwa kepengurusan baru akan melanjutkan dan memperluas program sosial. “BOSS tidak hanya berkarya di panggung, tetapi juga berkontribusi nyata bagi masyarakat. Ke depan, kami akan menjangkau lebih banyak anak yatim dan kaum dhuafa,” jelas Manan.
Harapan Baru di Bawah Kepemimpinan Abdul Manan
Momen santunan sekaligus menjadi ajang perkenalan susunan kepengurusan BOSS periode 2026-2029. Heli Suyanto secara resmi mengucapkan selamat kepada Abdul Manan yang dipercaya sebagai Ketua BOSS Kota Batu. Ia berharap kepengurusan baru mampu membawa organisasi tersebut semakin berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat. “Selamat kepada Bapak Manan sebagai Ketua BOSS yang baru. Semoga BOSS terus berkibar di Kota Batu dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” tambah Heli.
Abdul Manan, yang juga dikenal sebagai seniman kriya kayu, memiliki visi untuk menjadikan BOSS sebagai pusat kreativitas yang inklusif. Ia berencana menggandeng pemerintah daerah, swasta, dan komunitas lain untuk bersama-sama menggelar kegiatan rutin, seperti lomba seni anak yatim, bazar UMKM, dan workshop keterampilan. “Kami ingin anak-anak yatim tidak hanya menerima santunan, tetapi juga memiliki bekal keterampilan. Misalnya, pelatihan melukis, musik, atau kerajinan tangan yang bisa menjadi modal hidup mereka kelak,” papar Manan.
Mendorong Terwujudnya Kota Batu yang Harmonis dan Inklusif
Pemerintah Kota Batu telah lama menggaungkan konsep kota wisata yang ramah dan berkeadilan sosial. Kegiatan santunan anak yatim oleh BOSS merupakan salah satu pilar pendukung terwujudnya visi tersebut. Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Batu, tingkat kemiskinan di kota ini pada 2025 masih berada di angka 4,8%, dengan sebagian besar penduduk miskin berada di kawasan perdesaan seperti Desa Pandanrejo. Melalui sinergi antara pemerintah dan komunitas, diharapkan angka tersebut terus menurun.
Dampak dari kegiatan semacam ini tidak hanya bersifat material. Secara psikologis, anak-anak yatim yang diperhatikan akan merasa dihargai dan memiliki semangat untuk terus maju. Sebuah studi dari Universitas Brawijaya (2024) menunjukkan bahwa anak-anak yatim yang rutin mendapatkan dukungan sosial cenderung memiliki tingkat kepercayaan diri lebih tinggi dan prestasi akademik lebih baik. Hal ini menjadi alasan mengapa santunan yang diselenggarakan BOSS mendapat sambutan hangat dari berbagai pihak.
Kronologi Kegiatan Santunan Anak Yatim BOSS
- 09.00 WIB – Pembukaan acara dengan sambutan Ketua BOSS Abdul Manan, dilanjutkan doa bersama.
- 09.30 WIB – Kedatangan Wakil Wali Kota Batu Heli Suyanto; sambutan dan penyerahan santunan secara simbolis.
- 10.00 WIB – Pertunjukan seni dari anggota BOSS: angklung, teater, dan tari tradisional.
- 11.00 WIB – Penyerahan santunan kepada 150 anak yatim secara bergilir.
- 12.00 WIB – Makan siang bersama dan ramah tamah; penutupan.
Makna Gotong Royong yang Terus Hidup
Gotong royong bukan hanya jargon, melainkan praktik nyata yang dihidupkan oleh komunitas seperti BOSS. Di era digital dan individualisme yang kian menguat, keberadaan kegiatan semacam ini menjadi oase yang menyegarkan. Heli Suyanto menekankan bahwa pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat. “Kami mengapresiasi kolaborasi organisasi kemasyarakatan yang terus menumbuhkan semangat gotong royong melalui berbagai aksi sosial. Kegiatan santunan seperti ini diharapkan dapat memperkuat kepedulian sosial sekaligus mendukung terwujudnya Kota Batu yang harmonis, inklusif, dan saling berbagi,” pungkasnya.
Dengan wajah-wajah ceria anak-anak yang menerima santunan, terlihat jelas bahwa kebaikan sekecil apa pun akan membawa dampak besar. Senyum mereka adalah cerminan harapan yang masih menyala. Dan di balik setiap senyum, ada cerita tentang kepedulian yang tak pernah padam. BOSS, dengan segala kesederhanaannya, telah mengajarkan bahwa seni dan kemanusiaan adalah dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Semoga semangat ini menular ke seluruh penjuru Kota Batu, hingga ke pelosok negeri.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










