KPAI Ungkap Alasan Bullying Masih Terjadi di Sekolah Internasional
Suara Pecari – Bullying atau perundungan masih menjadi persoalan serius yang terjadi di berbagai sekolah, termasuk sekolah internasional. Komisioner KPAI Subklaster Perlindungan Anak di Ranah Digital, Kawiyan, mengungkapkan bahwa bullying tidak hanya disebabkan oleh kurangnya kampanye anti-bullying, melainkan juga karena budaya dan lingkungan yang memungkinkan kekerasan terhadap anak dianggap sebagai hal biasa.
Penyebab Bullying Masih Terjadi
Kawiyan menjelaskan bahwa lingkungan sekitar sangat berpengaruh pada perilaku anak. Anak-anak cenderung meniru apa yang mereka saksikan, termasuk kekerasan, penghinaan, dan perundungan. Jika kekerasan dan relasi yang tidak sehat dianggap normal oleh anak, maka perilaku bullying bisa muncul dan berlanjut.
Selain itu, ketimpangan kekuasaan menjadi faktor utama dalam bullying. Hal ini bisa berupa perbedaan kekuatan fisik, status sosial, popularitas, jumlah teman, atau kemampuan menggunakan teknologi. Dalam situasi tersebut, korban bullying sering merasa lemah dan enggan melapor.
Peran Sekolah dalam Pencegahan Bullying
Menurut Kawiyan, sekolah tidak cukup hanya membuat aturan atau kampanye anti-bullying. Yang lebih penting adalah implementasi aturan tersebut serta kemampuan guru mengenali tanda-tanda bullying. Laporan bullying harus ditindaklanjuti dengan serius dan korban mendapatkan perlindungan yang memadai. Keteladanan dari seluruh pihak di sekolah juga menjadi kunci penting dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi anak.
Bullying di Ruang Digital
Perundungan juga dapat terjadi di ruang digital dengan karakter yang berbeda, karena dapat berlangsung sepanjang waktu dan cepat menyebar. Tekanan yang dialami korban pun bisa lebih lama karena konten perundungan tersebar secara luas dan meninggalkan jejak digital.
Pengaruh Keluarga terhadap Perilaku Anak
Faktor keluarga turut membentuk perilaku anak, terutama melalui pola komunikasi dan pengasuhan. Cara orang tua mengajarkan empati, penghormatan terhadap orang lain, serta penyelesaian konflik sangat berperan dalam membentuk sikap anak terhadap bullying.
Bullying Tidak Terlepas dari Sekolah Internasional
Kawiyan menegaskan bahwa status atau standar pendidikan sekolah internasional tidak otomatis menghilangkan permasalahan bullying. Yang terpenting adalah kekuatan sistem pencegahan, deteksi dini, pelaporan, perlindungan korban, dan penanganan bullying yang efektif.
Faktor Penting dalam Mengatasi Bullying
- Sistem pencegahan yang kuat
- Deteksi dini tanda-tanda bullying
- Mekanisme pelaporan yang jelas
- Perlindungan dan pendampingan korban
- Penanganan yang cepat dan tepat
Dengan menerapkan sistem yang komprehensif dan melibatkan seluruh pihak terkait, bullying dapat diminimalkan di sekolah, termasuk sekolah internasional.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










