Harga Minyak Dunia Tinggi, ESDM Genjot Eksplorasi di Dalam Negeri Mulai 2027

Harga Minyak Dunia Tinggi, ESDM Genjot Eksplorasi di Dalam Negeri Mulai 2027

Suara Pecari – Pemerintah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana mempercepat kegiatan eksplorasi dan eksploitasi minyak bumi di dalam negeri mulai tahun 2027. Langkah ini diambil sebagai respons terhadap harga minyak dunia yang masih berada pada level tinggi.

Target Produksi dan Lifting Minyak

Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung, menyatakan bahwa pemerintah optimis dapat mencapai target lifting minyak sebesar 1 juta barel per hari dengan menggenjot produksi dari lapangan-lapangan minyak yang sudah ada dan potensi dari eksplorasi baru. Saat ini, produksi dari lapangan-lapangan tersebut diperkirakan mencapai 2.500 hingga 3.000 barel per hari, dan potensi ini akan ditingkatkan melalui percepatan eksplorasi.

Dukungan Pemerintah untuk Badan Usaha

Yuliot menjelaskan bahwa eksplorasi akan dilakukan oleh pemerintah dan badan usaha swasta. Untuk mendukung hal ini, pemerintah akan memberikan kemudahan bagi badan usaha agar target produksi dan lifting dapat tercapai secara efektif. Kemudahan yang diberikan antara lain regulasi dan insentif yang mendukung aktivitas eksplorasi dan produksi.

Harga BBM Subsidi Tetap Stabil

Terkait harga bahan bakar minyak (BBM) subsidi seperti Pertalite, pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan harga hingga akhir tahun 2026. Kebijakan ini sejalan dengan pernyataan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia sebelumnya. Namun, untuk BBM non-subsidi, harganya akan disesuaikan dengan harga pasar mengikuti fluktuasi harga minyak dunia.

Kondisi Harga Minyak Dunia

Pada 29 September 2026, harga minyak dunia mengalami kenaikan akibat minimnya kemajuan pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran serta sinyal permintaan yang kuat. Harga Brent untuk kontrak November naik menjadi sekitar USD 106,22 per barel, sementara West Texas Intermediate (WTI) naik ke USD 93,51 per barel.

Ketegangan geopolitik di Selat Hormuz turut memengaruhi pasokan minyak global. Beberapa pejabat Iran menyatakan pesimistis kesepakatan untuk membuka kembali jalur pelayaran di Selat Hormuz dapat tercapai sebelum pemilihan paruh waktu AS pada November 2026. Di sisi lain, Arab Saudi telah memulihkan sekitar setengah aliran pipa lintas negara Timur-Barat yang sempat terganggu akibat serangan drone awal bulan ini, dengan aliran minyak saat ini mencapai sekitar 3,5 juta barel per hari.

Signifikansi dan Dampak Kebijakan

Percepatan eksplorasi dan eksploitasi minyak dalam negeri diharapkan dapat mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap pasokan minyak luar negeri dan memanfaatkan momentum harga minyak dunia yang tinggi. Upaya ini juga mendukung ketahanan energi nasional dan stabilitas ekonomi di tengah dinamika pasar minyak global.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *