Program MBG Jadi Penggerak Konsumsi Ikan dan Kesejahteraan Nelayan Papua LPP RRI
Suara Pecari | Pemerintah Provinsi Papua terus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui penguatan pemenuhan gizi masyarakat. Salah satu langkah strategis yang didorong adalah optimalisasi pemanfaatan potensi perikanan lokal dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di seluruh wilayah Papua. Program MBG Jadi Penggerak Konsumsi Ikan dan Kesejahteraan Nelayan Papua LPP RRI menjadi sorotan utama dalam upaya menghubungkan kebutuhan gizi peserta didik dengan potensi ekonomi lokal.
Gubernur Papua, Matius D. Fakhiri, menegaskan bahwa pemanfaatan ikan dalam menu MBG merupakan langkah tepat untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia sejak usia dini. Menurutnya, tingginya tingkat konsumsi ikan masyarakat Papua menjadi modal penting dalam mendukung upaya peningkatan gizi dan pencegahan stunting. “Ini menjadi indikator positif dalam upaya peningkatan kualitas gizi masyarakat dan pencegahan stunting di Tanah Papua. Saya berharap ikan bisa menjadi sumber utama gizi bagi kita di Provinsi Papua,” ujar Fakhiri dalam keterangan tertulis, Kamis, 11 Juni 2026.
Ia menilai Program MBG telah membuka peluang besar untuk menghubungkan kebutuhan gizi peserta didik dengan potensi ekonomi lokal. Melalui peningkatan penggunaan ikan dalam menu harian sekolah, manfaat program tidak hanya dirasakan oleh anak-anak sebagai penerima manfaat. Manfaat program juga dirasakan oleh nelayan, pelaku usaha perikanan, dan keluarga-keluarga yang menggantungkan hidup pada sektor kelautan. Program MBG Jadi Penggerak Konsumsi Ikan dan Kesejahteraan Nelayan Papua LPP RRI diharapkan mampu menciptakan efek berganda yang signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat.
Fakhiri mendorong agar konsumsi ikan dibiasakan sejak dini melalui berbagai inovasi pengolahan pangan yang lebih menarik bagi anak-anak. “Kita harus membiasakan anak-anak mengonsumsi ikan sejak dini. Karena itu diperlukan inovasi dalam penyajian dan pengolahan produk perikanan agar semakin diminati oleh peserta didik,” katanya. Dorongan tersebut mencerminkan komitmen pemda untuk memastikan program MBG tidak hanya berfungsi sebagai instrumen pemenuhan gizi, tetapi juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan.
Pemanfaatan hasil tangkapan nelayan lokal dan produk pangan masyarakat Papua diyakini mampu menciptakan efek berganda yang signifikan. Selain memperkuat ketahanan pangan daerah, kebijakan ini juga menjadi bukti program MBG mampu menghadirkan manfaat yang menyentuh berbagai sektor secara bersamaan. Dengan semakin besarnya penyerapan produk lokal oleh dapur-dapur MBG, roda perekonomian Papua dapat bergerak lebih dinamis. Anak-anak memperoleh asupan gizi berkualitas untuk mendukung tumbuh kembang mereka, sementara nelayan mendapatkan kepastian pasar dan peningkatan pendapatan.
Melalui sinergi antara peningkatan gizi, pemberdayaan nelayan, dan penguatan ekonomi lokal, program MBG semakin menunjukkan perannya sebagai program strategis yang tidak hanya membangun generasi sehat dan unggul, tetapi juga memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat Papua secara berkelanjutan. Program MBG Jadi Penggerak Konsumsi Ikan dan Kesejahteraan Nelayan Papua LPP RRI menjadi contoh nyata bagaimana kebijakan pangan dapat berdampak luas pada berbagai aspek kehidupan.
Ke depan, diharapkan inovasi pengolahan ikan terus dikembangkan agar semakin diminati anak-anak. Pemerintah daerah juga akan terus mendorong partisipasi nelayan dan pelaku usaha perikanan dalam rantai pasok MBG. Dengan demikian, program MBG tidak hanya menjadi solusi gizi, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi kerakyatan yang berkelanjutan di Papua. Kesimpulannya, program ini membuktikan bahwa sinergi antara sektor perikanan dan pendidikan mampu menciptakan dampak positif yang luas, mulai dari peningkatan gizi anak hingga kesejahteraan nelayan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.











