Suporter Laros Apresiasi Kerja Sama Persewangi dan Noto Sports, Harapkan Identitas Banyuwangi Tetap Terjaga

Koordinator Suporter Laros, Emen, menyampaikan apresiasi atas kerja sama Persewangi Banyuwangi dengan Noto Sports sekaligus berharap identitas kedaerahan, logo daerah, dan warna kebanggaan klub tetap dipertahankan. Sumber Foto (Dok suarapecari.com)

BANYUWANGI. Kerja sama antara Persewangi Banyuwangi dengan Noto Sports mendapat apresiasi dari kalangan suporter. Salah satunya datang dari kelompok suporter Laros yang menilai kolaborasi tersebut sebagai langkah positif untuk mendukung perkembangan klub kebanggaan masyarakat Banyuwangi.

Meski demikian, suporter berharap kemajuan Persewangi sebagai klub profesional tetap berjalan beriringan dengan pelestarian identitas kedaerahan yang selama ini melekat kuat pada tim berjuluk Laskar Blambangan tersebut. Rabu (24/6/26).

Koordinator Suporter Laros, Emen Laros, menegaskan bahwa Persewangi bukan sekadar klub sepak bola, melainkan simbol kebanggaan masyarakat Banyuwangi yang memiliki sejarah panjang dan ikatan emosional dengan warga daerah.

Menurutnya, perkembangan sepak bola modern yang didukung sponsor dan berbagai elemen komersial perlu tetap menghormati nilai-nilai lokal yang menjadi jati diri klub.

“Suporter-suporter yang ada di Banyuwangi dan juga branding sponsor yang meramaikan jersey tentu menjadi bagian penting. Tetapi jangan sampai melupakan identitas kedaerahan yang selama ini menjadi ciri khas Persewangi,” ujar Emen, Rabu (24/6/2026).

Ia menilai logo dan simbol daerah memiliki peran penting dalam menjaga karakter sebuah klub yang lahir dari tradisi perserikatan sepak bola daerah.

Emen berharap identitas tersebut tetap dipertahankan dalam berbagai bentuk, termasuk pada atribut resmi klub, karena mampu membangun rasa memiliki di kalangan masyarakat dan suporter.

“Logo perserikatan yang membawa nama daerah seharusnya tetap menggunakan unsur-unsur kedaerahan. Kebanggaan masyarakat akan muncul ketika klub tetap menyertakan simbol yang menjadi ciri khas daerahnya,” katanya.

Menurut Emen, terdapat perbedaan mendasar antara klub yang lahir dari tradisi perserikatan dengan klub yang tumbuh dari sistem profesional murni. Karena itu, unsur budaya dan sejarah daerah dinilai perlu tetap menjadi bagian dari identitas Persewangi.

Selain soal logo dan simbol daerah, Laros juga berharap warna kebanggaan yang selama ini identik dengan Persewangi tetap dipertahankan. Warna tersebut dinilai bukan sekadar identitas visual, tetapi juga representasi semangat dan loyalitas ribuan suporter yang selama bertahun-tahun mendukung tim kebanggaan Banyuwangi.

“Kami berharap apa yang menjadi ciri khas Persewangi sejak awal tetap dijaga. Sebagai suporter, kami ingin apa yang kami dukung dan banggakan benar-benar mencerminkan identitas Banyuwangi tanpa mengubah karakter yang sudah ada sejak pertama,” ungkapnya.

Bagi Laros, keberhasilan Persewangi tidak hanya diukur dari prestasi di lapangan hijau, tetapi juga dari kemampuannya menjaga warisan sejarah, budaya, dan kebanggaan masyarakat Banyuwangi.

Kerja sama dengan Noto Sports diharapkan menjadi langkah maju bagi klub, sekaligus momentum untuk memperkuat identitas lokal sehingga Persewangi tetap menjadi simbol kebanggaan masyarakat Banyuwangi di tengah perkembangan sepak bola modern.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan