Mendagri Siapkan Rencana Prioritas Penanganan Korban Gempa di NTT
Suara Pecari, NTT – Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian telah menyiapkan rencana prioritas untuk penanganan korban gempa bumi di Kabupaten Manggarai Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT). Prioritas utama penanganan tersebut meliputi pemulihan jaringan listrik dan penyaluran logistik, khususnya kebutuhan pokok seperti sembako, guna memenuhi kebutuhan mendesak warga terdampak.
Fokus Penanganan Gempa di Manggarai Timur
Setelah melakukan peninjauan dan berdialog langsung dengan masyarakat Desa Satar Kampas, Kecamatan Lamba Leda Utara, Mendagri Tito Karnavian menegaskan bahwa pemulihan listrik menjadi prioritas utama. Ia menjelaskan bahwa pembangkit dan gardu induk listrik tidak mengalami kerusakan akibat gempa, namun gangguan listrik terjadi karena robohnya tiang-tiang listrik yang menghubungkan gardu ke rumah warga.
“Pembangkit listrik enggak ada yang rusak. Persoalannya adalah tiang-tiangnya ada yang roboh, jaringan yang dari gardu ke rumah. Itu problemnya,” ujar Mendagri.
Koordinasi dengan PLN dan Pemulihan Jaringan Telekomunikasi
Mendagri akan berkomunikasi dengan Direktur Utama Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk memastikan pemulihan jaringan listrik di Manggarai Timur menjadi prioritas utama. Ketersediaan listrik diharapkan dapat mendukung pemulihan jaringan telekomunikasi sehingga warga dapat kembali berkomunikasi dengan keluarga di luar wilayah terdampak.
“Kalau listriknya sudah mati, sinyal handphone juga off. Itu prioritas yang kami kerjakan,” tambahnya.
Dukungan Tenaga Medis dan Posko Penanganan
Selain pemulihan listrik dan distribusi logistik, Mendagri juga memastikan akan berkoordinasi dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin untuk mengirimkan tenaga medis, termasuk relawan dan obat-obatan, ke wilayah terdampak. Hal ini untuk memperkuat posko warga dan Basarnas di Kecamatan Lamba Leda Utara yang merupakan salah satu daerah yang paling parah terkena dampak gempa.
“Segera saya telepon Pak Menkes untuk mengirim pasukan beliau, termasuk obat-obatan, relawan medis,” ujarnya.
Peran Rumah Sakit Terapung KRI dr. Soeharso
Mendagri juga mengapresiasi rencana TNI Angkatan Laut yang akan mengerahkan Rumah Sakit Terapung KRI dr. Soeharso ke perairan Manggarai Timur. Kapal rumah sakit ini diharapkan dapat memberikan bantuan medis yang signifikan bagi warga terdampak di wilayah tersebut.
“Kalau bisa kita dorong juga Rumah Sakit Angkatan Laut yang kapal besar itu, (KRI) Soeharso, untuk di wilayah Reo. Itu akan sangat banyak membantu sekali,” katanya.
Konteks dan Dampak Gempa di NTT
Peninjauan Mendagri dilakukan setelah upacara Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapangan Natas Lehong, Kabupaten Manggarai Timur, pada Senin, 17 Agustus 2026. Mendagri tiba bersama Kepala Basarnas Mohammad Syafii dan Bupati Manggarai Timur Agas Andreas untuk memastikan kesiapan penanganan bencana secara cepat dan terkoordinasi.
Gempa yang melanda wilayah ini menyebabkan kerusakan signifikan pada infrastruktur listrik dan kebutuhan dasar warga, sehingga upaya pemulihan yang cepat sangat dibutuhkan untuk mengurangi dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










