Kader Posyandu Kini Jadi Mata dan Telinga BGN Awasi SOP MBG di SPPG
Suara Pecari – Badan Gizi Nasional (BGN) memperluas peran kader Posyandu sebagai pengawas dan validasi data dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui kerja sama resmi yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara Kepala BGN Sudaryono dan Tim Pembina Posyandu Pusat di Bali, kader Posyandu kini menjadi mata dan telinga BGN dalam mengawasi pelaksanaan SOP MBG di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Peran Kader Posyandu dalam Pengawasan MBG
Kader Posyandu berperan sebagai garda terdepan yang berinteraksi langsung dengan masyarakat di tingkat desa. Mereka tidak hanya membantu dalam distribusi makanan bergizi, tetapi juga berkontribusi dalam edukasi gizi, pendataan penerima manfaat, dan memastikan bahwa bantuan makanan tepat sasaran.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan, keberadaan kader Posyandu sebagai mitra pengawas independen sangat penting untuk menjamin standar operasional prosedur memasak hingga higienitas menu makanan di dapur SPPG. Kader Posyandu diberikan kewenangan untuk menyambangi dapur tersebut secara langsung guna melakukan pemeriksaan dan memastikan proses produksi makanan berjalan sesuai standar.
Target Program dan Fokus Wilayah
Program MBG menargetkan kelompok ibu hamil, ibu menyusui, dan balita (kelompok 3B) dengan sasaran mencapai 21 juta jiwa di seluruh Indonesia. Lebih dari 10 juta penerima manfaat telah merasakan dampak positif dari program ini.
Pengawasan ketat dan perluasan layanan difokuskan pada wilayah dengan angka prevalensi stunting tinggi serta daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan efektivitas penanganan gizi buruk dan stunting di daerah-daerah tersebut.
Efektivitas Anggaran dan Transparansi
BGN menekankan pentingnya penggunaan anggaran negara yang bersumber dari APBN secara transparan dan tepat guna. Keterlibatan kader Posyandu dan Tim Penggerak PKK dalam pendataan dan pengawasan menjadi syarat mutlak agar alokasi dana dapat dikonversi menjadi makanan bergizi yang benar-benar sampai kepada yang berhak.
Manfaat bagi Masyarakat dan Penguatan Tata Kelola
Melalui pengawasan langsung oleh kader Posyandu, masyarakat mendapatkan jaminan bahwa program MBG berjalan dengan baik dan sesuai dengan standar kesehatan dan gizi. Kerja sama ini juga memperkuat tata kelola lembaga terkait dan menjamin kualitas layanan gizi yang lebih optimal bagi ibu dan anak di seluruh Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










