Kepala Desa dan Kelurahan se-Banyuwangi Deklarasi Siaga Penanganan Tuberkulosis

Suara Pecari, Banyuwangi – Kepala desa dan kelurahan di Kabupaten Banyuwangi melakukan deklarasi siaga penanganan tuberkulosis pada Sabtu, 24 Oktober 2026. Deklarasi ini berlangsung di hadapan Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benjamin Paulus Octavianus yang sedang melakukan kunjungan kerja untuk meninjau program pemberantasan tuberkulosis di wilayah tersebut.

Komitmen Kepala Desa dan Kelurahan

Ketua Asosiasi Kepala Desa Kabupaten Banyuwangi, Budiharto, membacakan deklarasi yang berisi komitmen para kepala desa dan kelurahan untuk melaksanakan penanggulangan tuberkulosis secara terpadu dan berkesinambungan berbasis wilayah. Dalam deklarasi tersebut, para kepala desa dan kelurahan berjanji untuk mendorong pelaksanaan deteksi dini, pemeriksaan, pengobatan sesuai standar, investigasi kontak, pemberian terapi pencegahan, serta pemantauan kepatuhan pengobatan bagi penderita tuberkulosis.

Baca juga:

Kunjungan Wakil Menteri Kesehatan

Wamenkes Benjamin Paulus Octavianus melakukan kunjungan ke Banyuwangi untuk melihat langsung pelaksanaan program pemberantasan tuberkulosis. Sebelum menyaksikan deklarasi, Wamenkes meninjau pelaksanaan cek kesehatan gratis di Puskesmas Kabat dan pelayanan di beberapa rumah sakit setempat.

Benjamin menegaskan bahwa pemberantasan tuberkulosis merupakan program prioritas pemerintah Presiden Prabowo karena Indonesia menduduki peringkat kedua tertinggi di dunia dalam jumlah penderita tuberkulosis. Oleh sebab itu, pemerintah mendorong perubahan pola pikir masyarakat dari fokus mengobati menjadi pencegahan dengan dukungan obat-obatan, alat deteksi dini, dan peralatan diagnostik seperti X-ray.

Penambahan Alat Diagnostik di Banyuwangi

Untuk mendukung program ini, Banyuwangi telah menerima bantuan berupa empat alat X-ray yang ditempatkan di Puskesmas. Dengan adanya alat ini, diagnosis tuberkulosis dapat dilakukan lebih cepat dan tanpa hambatan alat di fasilitas kesehatan tingkat pertama.

Peran Pemerintah Daerah dalam Penanganan Tuberkulosis

Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani menyampaikan bahwa keberhasilan penanganan tuberkulosis sangat bergantung pada proses screening untuk menemukan kasus baru dan melakukan intervensi pada keluarga pasien. Penanganan ini dianggap sebagai upaya berkelanjutan karena kasus tuberkulosis sering tersembunyi seperti gunung es yang tidak terlihat secara langsung.

Baca juga:

Menurut Ipuk, dukungan dari Kementerian Kesehatan sangat membantu dalam upaya pemberantasan tuberkulosis di Banyuwangi. Ia berharap deklarasi siaga ini dapat menjadi motivasi bagi tim di lapangan untuk bekerja lebih efektif dalam mendeteksi dan mengobati tuberkulosis.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *