Wamensos Agus Jabo Ajak Muhammadiyah Kolaborasi Putus Mata Rantai Kemiskinan
Suara Pecari, Yogyakarta – Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mengajak organisasi Muhammadiyah untuk berkolaborasi dengan pemerintah dalam upaya memutus mata rantai kemiskinan di Indonesia. Ajakan ini disampaikan dalam Simposium Nasional Rapat Kerja Nasional Keluarga Alumni Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KAUMY) yang berlangsung di Kampus Fakultas Agama Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Bantul, pada Sabtu, 24 Oktober 2026.
Kolaborasi untuk Memperluas Akses Pendidikan
Agus Jabo menekankan pentingnya peran Muhammadiyah sebagai salah satu organisasi yang memiliki jaringan luas dan berbagai institusi pendidikan di Indonesia. Ia berharap, keterlibatan Muhammadiyah dapat membantu pemerintah menjangkau anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem yang belum memiliki akses pendidikan. Pendidikan dianggap sebagai kunci utama dalam memutus siklus kemiskinan antargenerasi.
“Saya berharap Muhammadiyah yang memiliki berbagai institusi pendidikan di Indonesia turut andil untuk menjemput, mengantarkan anak-anak tersebut mewujudkan apa yang menjadi impian mereka dan orang tuanya,” ujarnya.
Tantangan Pendidikan Anak Miskin
Wamensos Agus Jabo mengungkapkan masih terdapat sekitar 4,1 juta anak usia sekolah di Indonesia yang tidak bersekolah atau mengalami putus sekolah. Kondisi ini menjadi tantangan serius karena tanpa akses pendidikan yang memadai, anak-anak dari keluarga kurang mampu sulit untuk keluar dari kemiskinan.
Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah melalui program Sekolah Rakyat berupaya memberikan kesempatan pendidikan layak bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Program ini tidak hanya membuka akses pendidikan tetapi juga bertujuan membangun kemandirian dan meningkatkan peluang mereka untuk memperbaiki taraf hidup keluarga.
Mandat Prioritas Presiden dalam Pengentasan Kemiskinan
Selain pendidikan, Agus Jabo menjelaskan tiga mandat prioritas Presiden Prabowo Subianto dalam pengentasan kemiskinan, yaitu:
- Menyediakan data sosial ekonomi yang akurat melalui Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
- Memastikan bantuan sosial tepat sasaran berdasarkan data yang dikelola Badan Pusat Statistik (BPS).
- Memenuhi akses pendidikan melalui program Sekolah Rakyat untuk memutus mata rantai kemiskinan.
Agus Jabo menekankan bahwa akurasi data menjadi fondasi penting agar kebijakan pemerintah dapat sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Pemerintah terus memperkuat digitalisasi bantuan sosial untuk memastikan penyaluran bantuan tepat sasaran dan efektif.
Peran Masyarakat dan Organisasi
Wamensos juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi keagamaan dan sosial seperti Muhammadiyah, untuk bersama-sama mendukung upaya pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Kolaborasi ini diharapkan dapat mengoptimalkan potensi yang ada dan mempercepat pemutusan mata rantai kemiskinan di Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










