Terdampak Rob dan Abrasi, Petambak di Pekalongan Bangkit dengan Metode Silvofishery
Suara Pecari, Pekalongan – Petambak di Kelurahan Degayu, Kota Pekalongan, Jawa Tengah, mulai bangkit dari kerugian akibat rob dan abrasi pantai dengan mengadopsi metode silvofishery. Metode ini menggabungkan budidaya ikan dengan pelestarian mangrove sebagai pelindung alami yang menjaga tambak dari kerusakan lebih lanjut.
Dampak Rob dan Abrasi terhadap Petambak
<pSejak 2018, wilayah Degayu mengalami rob dan abrasi besar-besaran yang menyebabkan ribuan hektare tambak dan sawah tenggelam menjadi laut. Kerusakan ini berdampak signifikan pada perekonomian lokal karena sebagian besar penduduk menggantungkan hidupnya pada budidaya perikanan seperti udang vaname, kerang, dan bandeng. Kerugian mencapai miliaran rupiah akibat tambak yang hilang.
Peralihan ke Metode Silvofishery
Tahun 2025, dengan dukungan program Kemitraan dan berbagai pihak, petambak mulai mengembangkan metode silvofishery sebagai pengganti sistem tambak intensif sebelumnya. Metode ini menanam mangrove di sekitar tambak untuk mencegah rob dan abrasi sekaligus menjaga keanekaragaman hayati pesisir. Konsep ini menekankan sinergi antara tambak dan mangrove, tidak hanya untuk produksi ikan tetapi juga pelestarian lingkungan dan keberlanjutan masa depan.
Penerapan Metode di Lapangan
- Petak percontohan seluas sekitar 9 x 70 meter disiapkan.
- 2.000 benih ikan bandeng ditebar pada tambak.
- Pohon mangrove ditanam mengelilingi tambak sebagai benteng alami.
Selain bandeng, kelompok pembudidaya juga menjajaki budidaya kepiting, rumput laut, dan kerang hijau dengan tetap mengutamakan penanaman mangrove.
Hasil dan Harapan
Anggota kelompok, Nurhadi, menyatakan optimisme terhadap metode ini karena tingkat kematian ikan bandeng yang rendah, sekitar 0,3 persen pada usia dua bulan. Ikan diperkirakan siap panen pada umur enam bulan dengan ukuran yang besar. Dengan metode ini, petambak juga lebih tenang menghadapi rob yang tiba-tiba karena perlindungan mangrove yang efektif.
Metode silvofishery tidak hanya mengembalikan produktivitas tambak, tetapi juga memberikan solusi berkelanjutan yang menjaga lingkungan pesisir dan mendukung perekonomian masyarakat Degayu.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










