RI Lepas Ekspor 40 Ton Terasi Udang Rebon ke Thailand
Suara Pecari – Indonesia resmi melepas ekspor perdana terasi udang rebon sebanyak 40 ton ke Thailand pada 25 Oktober 2026. Produk terasi ini diproduksi oleh usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) asal Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, dengan nilai ekspor sekitar Rp 230 juta.
Ekspor Perdana Terasi Udang Rebon ke Thailand
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyampaikan bahwa pengiriman terasi ke Thailand merupakan ekspor perdana ke negara tersebut. Terasi udang rebon Asahan sendiri telah lama diekspor ke berbagai negara, namun pengiriman ke Thailand ini menandai pembukaan pasar baru yang strategis.
Potensi dan Peran UMKM Asahan
Terasi yang diekspor merupakan hasil olahan UMKM di Kabupaten Asahan yang didukung oleh produksi perikanan tangkap lokal. Asahan memiliki garis pantai sekitar 56 kilometer yang menghadap Selat Malaka, menjadikannya salah satu daerah dengan produksi perikanan tangkap terbesar di Sumatera Utara. Hingga September 2026, produksi perikanan tangkap Asahan mencapai 50.658 ton, yang menjadi bahan baku utama pengolahan hasil laut termasuk terasi udang rebon.
Data Ekspor Terasi Asahan
- 2025: volume ekspor 1.897,7 ton dengan nilai sekitar Rp 21 miliar
- 2026: volume ekspor meningkat menjadi 2.758,5 ton dengan nilai sekitar Rp 34 miliar
Zulkifli Hasan berharap ekspor ke Thailand dapat berlanjut secara rutin dan membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk olahan hasil laut Asahan. Ia juga mengajak dukungan dari Bank Indonesia dan pemerintah daerah agar UMKM di Asahan dapat terus berkembang dan memperoleh akses pasar yang semakin terbuka.
Dampak Ekspor Terasi
Ekspor terasi udang rebon ini tidak hanya meningkatkan nilai ekonomi produk lokal, tetapi juga membuka peluang pengembangan usaha bagi masyarakat pesisir di Kabupaten Asahan. Dengan bahan baku yang berasal dari nelayan setempat, pengolahan terasi menjadi salah satu cara untuk meningkatkan nilai tambah hasil perikanan tangkap.
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendukung pemberdayaan UMKM dan pengembangan sektor perikanan yang berkelanjutan di Indonesia.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










