Menko PM Cak Imin Targetkan Angka Kemiskinan Maksimal 5% pada 2029

Suara Pecari, Banjarbaru – Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) Muhaimin Iskandar atau yang akrab disapa Cak Imin, menetapkan target ambisius untuk menurunkan angka kemiskinan di Indonesia menjadi maksimal 5 persen pada tahun 2029. Selain itu, ia juga menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem hingga mencapai 0 persen pada tahun 2026.

Penurunan Angka Kemiskinan dan Target Pemerintah

Cak Imin mengungkapkan bahwa upaya pemerintah berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 9 persen menjadi sekitar 8 persen saat ini. Dengan langkah lanjutan, pemerintah berharap dapat menekan angka kemiskinan ekstrem pada tahun ini menjadi nol dan angka kemiskinan secara keseluruhan maksimal 5 persen pada tahun 2029.

Baca juga:

Tiga Kebijakan Utama Kemenko PM

Dalam agenda Peringatan Hari Santri di Pondok Pesantren Al Falah Putera, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Cak Imin memaparkan tiga kebijakan utama yang menjadi fokus Kemenko PM dalam dua tahun terakhir pemerintahan.

1. Perubahan Pola Penanganan Kemiskinan

Pemerintah mengubah pendekatan dari bantuan sosial langsung menjadi pemberdayaan masyarakat. Pendekatan ini bertujuan agar masyarakat miskin dapat menjadi subjek ekonomi yang mandiri, sehingga jumlah penerima bantuan sosial dapat berkurang secara bertahap.

2. Penguatan Basis Data

Data yang akurat menjadi kunci keberhasilan program pemerintah dalam mengatasi kemiskinan. Pemerintah menggunakan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) sebagai rujukan untuk memastikan program-program tepat sasaran dan efektif.

3. Penguatan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)

Kemenko PM berupaya memperkuat UMKM dengan menyediakan akses yang lebih baik terhadap peningkatan mutu, permodalan, bahan baku, dan teknologi. Dukungan ini dilakukan bersama kementerian terkait seperti Kementerian UMKM, Kementerian Ekonomi Kreatif, dan Kementerian Desa.

Integrasi Program dan Ekosistem Ekonomi

Cak Imin juga menekankan pentingnya menghubungkan berbagai program pemerintah seperti Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), Makan Bergizi Gratis (MBG), dan program pertanian untuk membangun ekosistem ekonomi yang menyeluruh. Dengan demikian, masyarakat dapat menerima manfaat dari berbagai sektor seperti kelautan, perikanan, dan pertanian secara terpadu.

Baca juga:

Harapan dan Langkah Selanjutnya

Pemerintah berkomitmen melanjutkan upaya pemberdayaan masyarakat dan penguatan UMKM sebagai strategi utama dalam menurunkan angka kemiskinan. Data penerima manfaat dan capaian dari kebijakan ini akan terus dipantau dan disampaikan secara transparan kepada publik.

Dengan langkah-langkah tersebut, diharapkan Indonesia dapat mencapai target pengurangan kemiskinan secara signifikan sehingga kualitas hidup masyarakat meningkat dan perekonomian nasional menjadi lebih inklusif.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *