PDIP Kabupaten Kediri Gelar Lomba Lukis Putra Sang Fajar: Ajang Ekspresi Anak Muda dan Seniman

PDIP Kabupaten Kediri Gelar Lomba Lukis Putra Sang Fajar: Ajang Ekspresi Anak Muda dan Seniman

Suara Pecari | Lomba melukis wajah Putra Sang Fajar yang digelar Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Kediri pada Sabtu, 27 Juni 2026, sukses menyedot perhatian kalangan anak muda dan seniman dari berbagai daerah di Indonesia. Kompetisi ini bukan sekadar ajang adu bakat, melainkan juga medium untuk memperkenalkan dan menanamkan nilai-nilai perjuangan Bung Karno kepada generasi milenial dan Gen Z. Dengan total 171 peserta yang berasal dari berbagai wilayah di Jawa Timur dan luar provinsi, acara ini membuktikan bahwa semangat nasionalisme masih menyala di hati anak muda.

Antusiasme Peserta Melampaui Target

Ketua panitia penyelenggara, Adi Suwignyo, yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Bidang Perekonomian, Kebudayaan dan Pendidikan DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, mengungkapkan bahwa jumlah pendaftar jauh melampaui target awal. “Keseluruhan ada 171 pendaftar, dengan rincian pelajar tingkat SMP sebanyak 85 peserta, SMA 24 peserta, dan kategori umum 62 peserta,” jelasnya. Peserta tidak hanya berasal dari wilayah eks Karesidenan Kediri, tetapi juga dari Jombang, Surabaya, Malang, Batu, Probolinggo, Gresik, bahkan luar Jawa Timur seperti DKI Jakarta, Yogyakarta, dan beberapa kota di Jawa Tengah (Magelang, Pekalongan, Pati).

KategoriJumlah Peserta
Pelajar SMP85
Pelajar SMA24
Umum62
Total171

Mengenalkan Bung Karno Melalui Seni Lukis

Lomba ini merupakan bagian dari rangkaian peringatan Bulan Bung Karno yang digelar DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri pada Juni 2026. Menurut Adi Suwignyo, kegiatan ini tidak hanya menjadi ruang kompetisi bakat melukis, tetapi juga sarana edukasi bagi generasi muda. “Kita ingin memperkenalkan kepada generasi muda, utamanya pelajar SMP-SMA, supaya tahu dan mengenal sosok Bung Karno,” ujarnya. Harapan tersebut sejalan dengan arahan Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Kediri, Hanindhito Himawan Pramana (Mas Dhito), yang menginginkan agar peringatan Bulan Bung Karno menjadi momen untuk mengenalkan sosok Bapak Proklamator kepada kalangan milenial dan Gen Z.

Melalui karya seni yang dibuat, generasi muda diharapkan dapat meneladani semangat perjuangan Bung Karno, terinspirasi untuk lebih giat belajar, serta tumbuh menjadi pribadi yang berani, berkarakter, dan memiliki semangat tinggi dalam menggapai mimpi. Pendekatan melalui seni lukis dipilih karena dianggap lebih mudah diterima dan mampu membangkitkan kreativitas sekaligus rasa cinta tanah air.

Kisah Peserta: Semangat dari Berbagai Daerah

Salah satu peserta, Amelia Kerisma (13 tahun), pelajar SMP asal Kepanjen, Malang, mengaku sangat antusias mengikuti lomba ini. Ia berangkat dari Malang menggunakan kereta api sejak pukul setengah lima pagi. “Sangat senang bisa ikut lomba lukis ini,” akunya. Kisah Amelia hanyalah satu dari sekian banyak peserta yang rela menempuh perjalanan jauh demi mengekspresikan kekaguman mereka terhadap Bung Karno. Hal ini menunjukkan bahwa sosok proklamator masih memiliki tempat istimewa di hati generasi muda.

Dampak dan Implikasi bagi Masyarakat dan Pendidikan

Kegiatan seperti ini memiliki dampak positif yang luas, terutama dalam bidang pendidikan dan kebudayaan. Bagi masyarakat, lomba ini menjadi ajang untuk mempererat persaudaraan antardaerah dan menumbuhkan rasa nasionalisme. Di sisi lain, bagi dunia pendidikan, kegiatan ini dapat menjadi model pembelajaran di luar kelas yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai sejarah dan kepahlawanan. Pemerintah daerah dan institusi pendidikan diharapkan dapat mendukung dan mengadakan kegiatan serupa secara berkelanjutan.

Dari segi politik, acara ini juga menjadi sarana bagi PDIP untuk mendekatkan diri dengan konstituen muda, sekaligus mengingatkan kembali pada ideologi partai yang berlandaskan pada ajaran Bung Karno. Namun, yang terpenting adalah bagaimana nilai-nilai perjuangan Bung Karno dapat terus diwariskan kepada generasi penerus bangsa.

Kronologi Acara

  • Pendaftaran peserta dibuka sejak awal Juni 2026.
  • Lomba dilaksanakan pada Sabtu, 27 Juni 2026, mulai pukul 08.00 WIB di lokasi yang ditentukan panitia.
  • Peserta dibagi dalam tiga kategori: SMP, SMA, dan umum.
  • Setiap peserta diberikan waktu tertentu untuk menyelesaikan lukisan wajah Bung Karno di atas kanvas.
  • Karya dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari seniman dan budayawan.
  • Pengumuman pemenang dan penyerahan hadiah dilaksanakan pada hari yang sama.

Lomba lukis Putra Sang Fajar ini menjadi bukti bahwa semangat Bung Karno terus hidup dan menginspirasi. Melalui goresan cat dan kuas, anak-anak muda Indonesia tidak hanya mengekspresikan bakat seni, tetapi juga menegaskan bahwa nilai-nilai perjuangan tidak akan pernah pudar dimakan zaman. Semoga kegiatan serupa dapat terus digalakkan, tidak hanya oleh partai politik, tetapi juga oleh lembaga pendidikan dan komunitas seni di seluruh Indonesia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan