PKB 2026 Hari ke-24: Parade Drama Gong hingga Sendratari Kolosal Meriahkan Panggung Art Centre

PKB 2026 Hari ke-24: Parade Drama Gong hingga Sendratari Kolosal Meriahkan Panggung Art Centre

Suara Pecari, Singaraja – Pesta Kesenian Bali (PKB) Tahun 2026 memasuki perayaan ke XLVIII. Kegiatan digelar mulai tanggal 13 Juni sampai 11 Juli 2026. Festival budaya terbesar di Pulau Dewata ini berlangsung di Taman Werdhi Budaya (Art Centre) dan kawasan Monumen Perjuangan Rakyat Bali (Bajra Sandhi), Denpasar. Tahun ini, PKB mengusung tema Atma Kerthi, Jiwa Sidha Parisudha. Hari ke-24 jatuh pada Senin, 6 Juli 2026, menampilkan ragam seni klasik hingga kontemporer dari berbagai kabupaten di Bali serta daerah tamu.

Rangkaian Acara PKB 6 Juli 2026

Penyelenggaraan PKB ke-48 ini berlangsung selama 29 hari penuh. Setiap harinya, pengunjung dapat menyaksikan puluhan pertunjukan di berbagai panggung yang tersebar di kompleks Art Centre. Pada Senin, 6 Juli 2026, ada lima agenda utama yang patut dinantikan. Berikut jadwal lengkapnya:

Waktu (Wita)TempatKegiatanPenampil
15.00 – SelesaiKalangan AngsokaRekasadana: Revitalisasi Kesenian KlasikKomunitas Seni Grahasta Bawera, Br. Pengayehan, Desa Adat Munggu, Kec. Mengwi, Kab. Badung
17.00 – SelesaiKalangan Madya MandalaRekasadana: Tari dan Tabuh JegogPaguyuban Jegog Pring Agung, Kab. Jembrana
18.30 – SelesaiKalangan AyodyaUtsawa: Parade Drama Gong TradisiSanggar Kuta Cita Budaya, Br. Uma Kuta, Desa Pejeng Kangin, Kec. Tampaksiring, Kab. Gianyar
19.30 – SelesaiGedung KsirarnawaRekasadana: SendratariSanggar Padmadwipa, Kec. Tanggerang, Kota Banten, Provinsi Banten
19.30 – SelesaiDepan Gedung KriyaUtsawa: Parade Wayang KulitSanggar Seni Dhanan Jaya, Br. Pengayehan, Desa Cemagi, Kec. Mengwi, Kab. Badung
19.30 – SelesaiPanggung Terbuka Ardha CandraRekasadana: Sendratari KolosalSanggar Paripurna, Desa Bona, Kec. Blahbatuh, Kab. Gianyar

Revitalisasi Kesenian Klasik: Menjaga Tradisi di Tengah Modernitas

Sesi pertama dimulai pukul 15.00 Wita di Kalangan Angsoka dengan Rekasadana bertajuk Revitalisasi Kesenian Klasik. Komunitas Seni Grahasta Bawera dari Desa Adat Munggu, Badung, akan menyajikan pertunjukan yang mengangkat kembali seni klasik Bali yang mulai jarang dipentaskan. Upaya revitalisasi ini penting untuk memperkenalkan warisan leluhur kepada generasi muda. Kepala Dinas Kebudayaan Bali, I Wayan Adi Arnawa, menegaskan bahwa PKB menjadi momentum untuk merevitalisasi kesenian yang hampir punah. “Kami sengaja memberikan ruang bagi komunitas yang fokus pada pelestarian seni klasik,” ujarnya dalam keterangan pers sebelumnya.

Tari dan Tabuh Jegog: Kebanggaan Jembrana

Pukul 17.00 Wita, giliran Paguyuban Jegog Pring Agung dari Jembrana memukau penonton di Kalangan Madya Mandala. Jegog adalah musik bambu khas Bali Barat yang menghasilkan dentuman rendah menggelegar. Pertunjukan kali ini memadukan tari dan tabuh, menunjukkan kekayaan budaya Jembrana. Festival ini juga menjadi ajang promosi pariwisata daerah, mengingat Jegog telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Parade Drama Gong Tradisi: Gianyar Tampilkan Sanggar Kuta Cita Budaya

Memasuki sore hari, pukul 18.30 Wita, Kalangan Ayodya akan diramaikan oleh Parade Drama Gong Tradisi dari Sanggar Kuta Cita Budaya, Gianyar. Drama Gong adalah seni teater tradisional Bali yang menggabungkan drama, tari, dan gamelan. Sanggar asal Desa Pejeng Kangin ini dikenal dengan inovasi dalam menyajikan cerita epik seperti Ramayana dan Mahabharata dengan sentuhan lokal.

Sendratari dari Banten: Tamu Istimewa PKB 2026

Salah satu kejutan pada PKB 6 Juli 2026 adalah penampilan Sanggar Padmadwipa dari Tanggerang, Banten, di Gedung Ksirarnawa pukul 19.30 Wita. Kehadiran peserta dari luar Bali menunjukkan bahwa PKB tidak hanya menjadi panggung bagi seniman Bali, tetapi juga wadah pertukaran budaya antarprovinsi. Sendratari yang dibawakan mengangkat kisah sejarah Banten, memperkaya keragaman festival.

Parade Wayang Kulit: Lakon Klasik di Depan Gedung Kriya

Di waktu yang sama, pukul 19.30 Wita, di Depan Gedung Kriya berlangsung Parade Wayang Kulit oleh Sanggar Seni Dhanan Jaya dari Badung. Wayang kulit Bali memiliki ciri khas gaya pedalangan yang berbeda dengan Jawa. Dalang akan membawakan lakon-lakon tradisional yang sarat pesan moral. Pertunjukan ini biasanya berlangsung hingga larut malam, menjadi favorit para wisatawan mancanegara.

Sendratari Kolosal: Puncak Acara di Ardha Candra

Puncak acara hari itu adalah Sendratari Kolosal di Panggung Terbuka Ardha Candra, juga pukul 19.30 Wita. Sanggar Paripurna dari Desa Bona, Gianyar, akan menampilkan sendratari dengan puluhan penari. Kolosal berarti melibatkan banyak seniman, tata panggung megah, dan efek cahaya yang dramatis. Pertunjukan ini biasanya mengangkat tema-tema besar seperti penciptaan alam Bali atau kisah cinta klasik.

Dampak dan Implikasi PKB bagi Bali dan Indonesia

PKB bukan sekadar festival tahunan, melainkan motor penggerak ekonomi kreatif dan pariwisata Bali. Selama 29 hari penyelenggaraan, ribuan seniman, pelaku UMKM, dan pelaku industri kreatif mendapat manfaat langsung. Data Dinas Pariwisata Bali menyebutkan bahwa okupansi hotel di Denpasar meningkat hingga 70% selama PKB. Selain itu, PKB juga menjadi laboratorium pelestarian budaya, di mana seni-seni yang terancam punah bisa kembali dipentaskan.

Dari sisi pendidikan, PKB menjadi sumber belajar bagi pelajar dan mahasiswa seni. Banyak sekolah yang menjadwalkan kunjungan ke Art Centre sebagai bagian dari kurikulum muatan lokal. Tidak heran jika setiap harinya ribuan pelajar memadati area festival.

Penutup: PKB sebagai Cermin Keberagaman Budaya Nusantara

Senin, 6 Juli 2026, menjadi salah satu hari sibuk dalam kalender PKB ke-48. Dari revitalisasi seni klasik hingga sendratari kolosal, setiap pertunjukan adalah upaya kolektif untuk menjaga denyut nadi budaya Bali. Tema Atma Kerthi, Jiwa Sidha Parisudha mengingatkan bahwa kesenian bukanlah sekadar hiburan, melainkan jalan untuk memurnikan jiwa dan memperkuat identitas. Bagi siapa pun yang berada di Bali pada tanggal tersebut, menyaksikan langsung kemeriahan PKB adalah pengalaman yang tak terlupakan. Festival ini akan terus bergulir hingga 11 Juli 2026, menyisakan jejak inspirasi bagi generasi mendatang.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *