Medan Cantare Choir Gelar Konser Kedua: Perayaan Musik dan Iman di Bagan Batu

Medan Cantare Choir Gelar Konser Kedua: Perayaan Musik dan Iman di Bagan Batu

Pendahuluan: Cantare Menyapa Bagan Batu

Suara Pecari, Medan Cantare Choir, kelompok paduan suara independen yang lahir dari semangat kebersamaan lintas denominasi gereja di Kota Medan, kembali menggelar konser keduanya. Bertajuk ‘Two Years Sing With Love’, konser ini berlangsung di Bagan Batu, Riau, pada 4-5 Juli 2026. Acara ini bukan sekadar pertunjukan musik, melainkan perayaan dua tahun perjalanan Cantare yang penuh cinta dan dedikasi. Dengan mengusung tema cinta, Cantare ingin menyebarkan pesan harmoni dan persatuan melalui suara-suara indah yang terpadu.

Kronologi Perayaan: Dari Konser hingga Ibadah Kantata

Sabtu, 4 Juli 2026: Konser Utama di Ballroom

Konser dibuka dengan sambutan hangat dari Ketua Medan Cantare Choir, Rispa Sihombing. Dalam pidatonya, ia menyampaikan bahwa Cantare, meskipun masih muda, terus berkomitmen untuk menunjukkan karya-karya terbaiknya. Harapannya, masyarakat pecinta paduan suara di Bagan Batu dan sekitarnya dapat terhibur dan terinspirasi oleh penampilan mereka. Acara yang digelar di ballroom berkapasitas 1.200 orang ini dipadati pengunjung dari berbagai daerah, termasuk Riau dan Sumatera Utara.

Konser menyuguhkan 16 lagu yang terbagi dalam dua sesi. Sesi pertama menampilkan lagu-lagu klasik paduan suara, sementara sesi kedua lebih kontemporer. Penampilan Cantare yang rapi dan apik mendapat applaus meriah setiap kali selesai melantunkan lagu. Puncak acara adalah pemotongan kue ulang tahun kedua, ditandai dengan tiupan lilin dan pembagian kue secara simbolis kepada undangan. Momen ini menjadi simbol syukur atas perjalanan dua tahun yang penuh suka cita.

Minggu, 5 Juli 2026: Ibadah Kantata di GMI Sion Bagan Batu

Keesokan harinya, Cantare mengadakan Ibadah Minggu dalam bentuk Ibadah Kantata di Gereja Methodist Indonesia (GMI) Sion Bagan Batu. Ibadah dipimpin oleh Penasehat Cantare, Pdt. Dr. Hotman Siagian MTh, dengan tema ‘Nyanyikanlah Bagi Tuhan Nyanyian yang Baru’ (Mazmur 149:1). Cantare mempersembahkan 14 lagu pujian yang membawa jemaat dan undangan larut dalam suasana ibadah yang khusyuk. Gedung gereja berkapasitas 400 orang itu penuh sesak, menunjukkan antusiasme masyarakat terhadap perpaduan antara musik dan ibadah.

Usai ibadah, diadakan ramah tamah di halaman gereja berupa makan bersama dan pemberian cendera mata kepada seluruh pihak yang berperan dalam penyelenggaraan konser maupun ibadah. Sekretaris BPH Cantare, Rinduwati Sinaga, didampingi Koordinator Lapangan Coky Sitorus dan Humas Cantare Amran Munthe, menyampaikan apresiasi kepada semua pihak yang telah mendukung acara ini.

Profil Medan Cantare Choir: Independen dan Lintas Denominasi

Medan Cantare Choir adalah paduan suara independen yang anggotanya berasal dari penggiat paduan suara gereja dari 14 denominasi gereja, yang tergabung dari 22 gereja lokal di sekitar Kota Medan. Keberagaman ini menjadi kekuatan utama Cantare, karena mereka mampu menyatukan perbedaan dalam harmoni suara. Cantare aktif berlatih dua kali setiap minggu di bawah bimbingan pelatih Mario King Sianipar, yang dikenal sebagai pelatih paduan suara berpengalaman di Sumatera Utara.

Kepengurusan konser ini diketuai oleh Monang Siallagan, dengan Vivi Lumbantoruan sebagai sekretaris, dan Hanny Marpaung sebagai bendahara. Mereka bekerja sama dengan panitia lainnya untuk memastikan kelancaran acara.

Dampak dan Implikasi: Memperkuat Ekosistem Paduan Suara di Indonesia

Konser kedua Cantare ini memberikan dampak positif bagi perkembangan paduan suara di Indonesia, khususnya di wilayah Sumatera. Pertama, acara ini menjadi ajang promosi bagi paduan suara independen yang seringkali kurang mendapat sorotan media. Kedua, kehadiran Cantare di Bagan Batu membuka peluang kolaborasi dengan kelompok paduan suara lokal, sehingga memperkaya khasanah musik daerah. Ketiga, konser ini juga berdampak ekonomi, karena mendatangkan pengunjung dari luar kota yang menginap dan berbelanja di Bagan Batu.

Dari sisi spiritual, ibadah kantata yang digelar menjadi model baru dalam peribadatan, di mana musik paduan suara menjadi media untuk menyampaikan firman Tuhan. Hal ini dapat menginspirasi gereja-gereja lain untuk mengadopsi bentuk ibadah serupa.

Data dan Fakta Penting

AspekDetail
Nama AcaraTwo Years Sing With Love
Tanggal Konser4 Juli 2026
Tanggal Ibadah5 Juli 2026
Lokasi KonserBallroom, Bagan Batu, Riau
Lokasi IbadahGMI Sion Bagan Batu
Jumlah Lagu Konser16 lagu (2 sesi)
Jumlah Lagu Ibadah14 lagu pujian
Kapasitas Ballroom1.200 orang
Kapasitas Gereja400 orang
Jumlah Gereja Anggota22 gereja dari 14 denominasi
Frekuensi Latihan2 kali per minggu
PelatihMario King Sianipar

Penutup: Nyanyian Cinta yang Bergema

Konser ‘Two Years Sing With Love’ bukanlah sekadar perayaan ulang tahun, melainkan sebuah pernyataan bahwa musik dan iman dapat bersatu dalam harmoni yang indah. Medan Cantare Choir telah membuktikan bahwa dengan cinta dan dedikasi, sebuah kelompok paduan suara independen mampu menyentuh hati ribuan orang. Semoga langkah Cantare terus menginspirasi lahirnya kelompok-kelompok paduan suara baru di seluruh Indonesia, sehingga nyanyian cinta terus bergema dari Sabang sampai Merauke.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *