Hari Batik Nasional, GOW Jember Dorong Pelestarian Budaya Nusantara
Suara Pecari, Jember – Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober menjadi momentum penting untuk memperkuat kecintaan masyarakat terhadap batik sebagai salah satu warisan budaya Indonesia yang khas. Gabungan Organisasi Wanita (GOW) Kabupaten Jember aktif mendorong pelestarian budaya nusantara dengan mengajak masyarakat, terutama generasi muda, untuk terus menjaga dan menggunakan batik dalam kehidupan sehari-hari.
Peran GOW Jember dalam Pelestarian Budaya
Ketua GOW Kabupaten Jember, Widianie Aviantie, SE., MM., menegaskan bahwa batik bukan sekadar kain atau busana, melainkan bagian dari identitas bangsa yang mampu menyatukan beragam latar belakang budaya di Indonesia. Menurutnya, peringatan Hari Batik Nasional tidak hanya sebagai bentuk kebanggaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk terus melestarikan dan mengembangkan batik agar tetap relevan di era modern.
GOW Jember yang menaungi 49 organisasi wanita, termasuk Komunitas Cinta Berkebaya Indonesia (KCBI) dan komunitas kebaya, secara aktif berkontribusi dalam menjaga budaya Indonesia melalui penggunaan kebaya dan batik Nusantara. Inisiatif ini menunjukkan peran penting organisasi perempuan dalam memperkenalkan dan melestarikan warisan budaya nasional.
Penggunaan Batik dalam Kehidupan Sehari-hari
Widianie menjelaskan bahwa penggunaan batik secara rutin merupakan cara sederhana namun efektif untuk menjaga keberlangsungan budaya batik. Di samping itu, kreativitas dan inovasi dalam desain dan pemanfaatan batik menjadi kunci agar budaya ini tetap hidup dan diminati oleh masyarakat luas, terutama oleh generasi muda yang menjadi penerus budaya bangsa.
Sejarah dan Makna Hari Batik Nasional
Hari Batik Nasional diperingati setiap 2 Oktober sebagai bentuk penghargaan atas pengakuan UNESCO pada tahun 2009 yang menetapkan batik Indonesia sebagai Warisan Budaya Tak Benda Kemanusiaan. Pengakuan ini tidak hanya menjadi kebanggaan nasional, tetapi juga tanggung jawab bersama untuk melestarikan dan mewariskan seni batik kepada generasi mendatang.
Harapan untuk Pelestarian Budaya
Melalui momentum ini, Widianie berharap peringatan Hari Batik Nasional dapat menumbuhkan rasa bangga dan kecintaan masyarakat terhadap budaya Indonesia. Pelestarian budaya bukan hanya tugas pemerintah, melainkan membutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat agar warisan budaya seperti batik tetap lestari dan terus berkembang.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










