Gauk Plengkung Gading di Keraton Yogyakarta Tiba-Tiba Berbunyi, Ada Apa
Suara Pecari, Yogyakarta – Suara gauk di Plengkung Gading, Keraton Yogyakarta, tiba-tiba berbunyi pada Sabtu malam, 24 Oktober 2026, sekitar pukul 21.08 WIB. Kejadian ini sempat menghebohkan warga sekitar karena gauk tersebut merupakan sirine yang dahulu berfungsi sebagai tanda bahaya serangan Belanda.
Fungsi dan Sejarah Gauk Plengkung Gading
Gauk adalah sirine dengan tiga terompet yang dipasang melingkar pada tiang besi di atas Plengkung Gading, yang dikenal juga sebagai Plengkung Nirbaya. Pada masa lampau, gauk berfungsi sebagai penanda bahaya saat terjadi serangan musuh, khususnya dari Belanda.
Seiring waktu, fungsi gauk telah bergeser. Kini, gauk dipergunakan sebagai simbol peringatan Hari Kemerdekaan Indonesia dan juga peristiwa bersejarah Serangan Umum 1 Maret. Selain itu, gauk dipakai sebagai penanda waktu berbuka puasa bagi masyarakat setempat.
Insiden Suara Gauk Tiba-Tiba Berbunyi
Pada malam kejadian, seorang warga dengan inisial AF yang tinggal di Kelurahan Patehan, Kemantren Kraton, mendengar suara keras dari gauk selama kurang lebih lima menit. Suara ini menyebabkan kekhawatiran di antara warga karena khawatir ada situasi darurat.
Setelah melakukan pengecekan dan tidak ditemukan adanya kejadian darurat, saksi melaporkan kejadian tersebut kepada pengurus kampung. Selanjutnya, saklar MCB di bawah tiang gauk dimatikan untuk menghentikan bunyi sirine.
Penyebab Bunyi Gauk
Berdasarkan hasil investigasi dari pihak kepolisian Polresta Yogyakarta yang diwakili oleh Kasi Humas Iptu Dani HS, suara gauk yang tiba-tiba berbunyi tersebut diduga disebabkan oleh korsleting pada sistem kelistrikannya. Korsleting ini menyebabkan gauk mengeluarkan suara meskipun tanpa adanya peringatan bahaya yang sebenarnya.
Konteks dan Dampak
Gauk Plengkung Gading merupakan bagian dari warisan budaya dan sejarah Keraton Yogyakarta. Meskipun fungsi utamanya kini sebagai simbol peringatan dan penanda waktu, kejadian bunyi gauk secara tiba-tiba dapat menimbulkan kepanikan jika tidak disertai informasi yang jelas.
Insiden ini menjadi pengingat pentingnya pemeliharaan dan pengecekan sistem kelistrikan pada fasilitas bersejarah agar dapat menjaga fungsi dan keamanan bagi masyarakat sekitar.
Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.










