2 Pelatih Dipecat Usai Dibantai Persija, Shin Tae-yong Akui Tak Tenang

Suara Pecari – Dua pelatih di Liga Indonesia harus kehilangan posisinya setelah tim yang mereka latih mengalami kekalahan telak dari Persija Jakarta. Jean-Paul van Gastel, mantan pelatih PSIM Yogyakarta, dan Marcos Santos, mantan pelatih Arema FC, menjadi korban pemecatan akibat hasil buruk tersebut.

Fakta Utama Pemecatan Pelatih

Jean-Paul van Gastel dipecat PSIM Yogyakarta pada 17 Oktober 2026, tepat setelah PSIM kalah 0-4 dari Persija di Stadion Sultan Agung, Bantul. Meskipun masih memimpin pertandingan berikutnya melawan PSM Makassar, hasil buruk terus berlanjut hingga akhirnya Van Gastel dicopot dari jabatan pelatih.

Baca juga:

Serupa dengan Van Gastel, Marcos Santos juga kehilangan posisinya sebagai pelatih Arema FC pada 23 Oktober 2026. Pemecatan ini terjadi dua hari setelah Arema dibantai Persija dengan skor 1-5 di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Sebelum kekalahan tersebut, Arema juga tidak pernah meraih kemenangan dalam empat pertandingan sebelumnya, dengan tiga hasil imbang dan satu kekalahan.

Reaksi Shin Tae-yong atas Pemecatan Rekan Pelatih

Shin Tae-yong, pelatih Persija Jakarta, mengungkapkan rasa sedih dan tidak tenangnya mendengar kabar pemecatan dua rekannya sesama pelatih. Ia menekankan bahwa hubungan antar pelatih lebih dari sekadar profesionalitas, melainkan seperti keluarga dalam dunia sepak bola.

“Kita ini rekan kerja sekaligus orang-orang sepak bola yang sudah seperti keluarga sendiri. Setiap dengar cerita seperti itu, hati saya ikut sakit dan tidak tenang. Rasanya sangat disayangkan, dan perasaan itu selalu ada di benak saya,” ujar Shin Tae-yong.

Konteks dan Dampak

Kekalahan telak yang dialami PSIM Yogyakarta dan Arema FC dari Persija Jakarta menjadi titik balik yang menyebabkan kedua pelatih tersebut kehilangan pekerjaannya. Hasil buruk ini menambah tekanan besar pada performa tim dan manajemen klub, yang kemudian mengambil keputusan untuk melakukan perubahan kepelatihan.

Baca juga:

Di sisi lain, keberhasilan Persija meraih kemenangan besar memberikan gambaran tentang dinamika kompetisi di Liga Indonesia, sekaligus menunjukkan bagaimana tekanan di dunia sepak bola profesional dapat berdampak langsung pada karier pelatih.

Artikel ini ditinjau & dipublikasikan oleh Tim Editorial Suara Pecari.

Baca juga:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *